Melayani dalam keterbatasan

Melayani dalam keterbatasan

Melayani TUHAN dan sesama adlah panggilan utama bagi orang percaya. Makanan rohani, konsekuansi kasih serta untuk memulikan TUHAN. Bukti bahwa kita mengasihi TUHAN, kita mengasihi sesama (Matius 22: 34-40).

Pemberian kepada ALLAH adalah sebuah ibadah (Amsal 3: 9-10). Pemberian yangs esungguhnya bukan harta tetapi hidup kita (Roma 12: 1), misalnya: waktu, tenaga, doa dan lain-lain. TUHAN YESUS mengajar para murid juga kita umat-NYA tentang persembahan yang berkualitas, yaitu memberi dengan ketulusan hati, kerelaan, sukacita disertai doa.

Pemberian atau melayani dinilai dari hati yang telah diperbaharui TUHAN bukan dari keinginan jadi bukan dilihat dari kuantitas tapi dari kualitasnya. TUHAN YESUS tidak menolak/mengecam Zakheus, tetapi melihat hati Zakheus yang telah diperbarui TUHAN (Lukas 19: 1-10).

Memang usia boleh lanjut tetapi tetap melayani, tetap semangat dalam TUHAN, meskipun dalam keterbatasan (ingat Firman TUHAN dalam Yesaya 46: 4 dan Mazmur 92: 15) dengan senantiasa memohon bimbingan Roh Kuds menyertainya.

Demikianlah sekilas tentang pelayanan ceramah/sharing kami di GKJ Purwokerto, Kamis, 11 April 2019 lalu, dihadiri kurang lebih 40 orang jemaat adiyuswa, juga para majelis dan tidak ketinggalan Pdt. Daniel Agus Haryanto yang membuka doa dan renungan singkat tentang “Jumat Agung” yang telah kita peringati bersama. Persembahan puji-pujian oleh paduan suara Adiyuswa GKJ Purwokerto (2x tampil). TUHAN YESUS memberkati. Ibu Yanti Dharmono.

Share