Pembukaan Masa Penghayatan Dasar Kekristenan (MPDK)

Minggu pagi 10 Maret 2019 pukul 08.00 bersamaan dengan Minggu Pra Paskah I di GKJ Nehemia dilaksanakan Pembukaan Masa Penghayatan Dasar Kekristenan (MPDK).

Pembukaan MPDK ini diawali dengan Tarian Bedaya dari Unit Tari GKJ Nehemia kemudian menjemput prosesi dan berjajar seperti pager ayu. Prosesi diawali Pengantar Dkn. Sunardi diikuti Pdt. Lusindo dan Pnt. Elyasib dan berturut turut Ketua Panitia, Komisi PA dan majelis. Sampai di depan mimbar Pnt. Elyasib menugaskan Panitia Paskah untuk melaksanakan kegiatan itu dengan sebaikbaiknya sekaligus menyerahkan Bahan PA kepada Ketua Panitia Paskah Andreas Hutomo yang menerima tugas dari Majelis dan siap menjalankan tugas.

Ketua Panitia Paskah selanjutnya menyerahkan Bahan PA kepada Gabriel Hariandja yang mewakili Komisi PA diteruskan kepada Koordinator PA wilayah untuk dilaksanakan. Kebaktian Pra Paskah I dipimpin oleh Pdt. Lusindo Tobing dengan mengambil tema “Bertahan dalam Iman dan Pengharapan Saat Menghadapi Godaan Hidup.” Dalam kebaktian ini disamping pujian oleh solist Andreas DJ juga tampil PS Irama Suka dari GKI Pamulang, sementara doa Syafaat dibawakan oleh pengasuh Sekolah Minggu.

Oleh Panitia diberikan selebaran yang berisi penjelasan tentang MPDK sebagai berikut: Masa Penghayatan Dasar Kekristenan di gereja kita, dipahami sebagai masa bagi jemaat untuk kembali memahami, mencerna, mempergumulkan dan mengaktualisasikan Iman Kristiani dalam aspeknya yang paling mendasar. Aspek yang paling mendasar tersebut terletak di dalam karya penyelamatan Allah di dalam Yesus Kristus. Kehidupan, karya, kematian, kebangkitan hingga kenaikan-Nya ke surga menjadi dasar bagi penyelamatan umat manusia. Lahirnya gereja, pada hari Pentakosta, sebagai respons iman dan karya terhadap penyelamatan yang dilakukan Yesus, menjadi kelanjutan karya penyelamatan Allah melalui penyertaan Roh Kudus.

Pada tahun 2019 ini GKJ Nehemia memakai tema MPDK: “Kebangkitan Yesus Mewujudkan Kemenangan Kasih terhadap Aksi Kekerasan.” Tema ini sebagai wujud keprihatinan GKJ terkait kondisi masyarakat Indonesia. Indonesia dikaruniai dengan keberagaman suku, bahasa, budaya, agama dan partai politik. Namundemikian ada kelompok-kelompok yang memanfaatkan keberagaman ini bukan sebagai sarana pemersatu bangsa, melainkan justru hendak memecah-belah kesatuan. Intoleransi menjadi wajah yang lebih sering muncul dalam menyikapi keberagaman yang ada.

Warga GKJ Nehemia melalui MPDK ini diajak untuk mampu berpikir dan bertindak benar dalam keyakinan akan kebangkitan Yesus. Warga GKJ Nehemia diajak untuk tidak mau terjebak dalam budaya kekerasan verbal maupun fisik.

Share