ALLAH Tempat Perlindungan Bagi Orang Benar  (Mazmur 14: 1-7)

Renungan Minggu, 25 Juli 2021

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN BAGI ORANG BENAR (Mazmur 14: 1-7)

“Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.”
(Mazmur 14:5)

 

oleh : Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

ALLAH Tempat Perlindungan Bagi Orang Benar

Di saat kesesakan dan penderitaan yang berat seperti pandemi global dan nasional sekarang ini.
Maka reaksi yang paling tepat secara rohani adalah memakai iman dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan.
Berlindung dalam Kuasa Kasih-Nya dan setia melakukan apa yang benar, maka akan membawa kita kepada solusi dan bahkan “kemenangan” melangkahi berbagai tantangan permasalahan.
Jangan jauh dan semakin jauh dari Tuhan. Jangan menjadi bebal bahkan bejat menurut istilah dalam Sabda Minggu ini.
Mari mendekat dan semakin mendekat memohon pertolongan Tuhan.

Kebejatan Orang Bebal. Tidak ada Allah. Pemakaian kata bebal (nabal) membuktikan bahwa yang mengucapkan itu bukan sekadar seorang ateis dalam teori, tetapi juga dalam kenyataannya; orang seperti ini hidup seolah-olah tidak ada Allah.
Untuk semua maksud praktis Allah tidak membentuk pikirannya.
Kata-kata busuk, jijik, dan bejat semua menunjuk pada kebejatan individu seperti itu, yang jelas digambarkan sebagai ciri khas Israel zaman tersebut.

Nats kita ada di Ayat 5, demikian: “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.” sulit adalah mencari orang yang benar, orang yang memperjuangkan kebenaran, dan yang menegakkan kebenaran. Keadaan inilah yang paling tidak sedang kita rasakan sekarang ini di Indonesia.

Orang baik, yang suka menyumbang, yang dermawan, yang suka menolong orang lain memang banyak, tetapi kebanyakan juga sarat dengan tujuan/muatan politis kepentingan diri/kelompoknya alias tidak tulus.
Sumbangan sembako dibungkus dalam plastik bercap logo tertentu. Bahkan ada yang katanya sumbangan oksigen, namun tabung gasnya diberi lambang partai tertentu.

Pemazmur pun melihat sekeliling dirinya dan menemukan betapa sedikitnya, atau — di luar dirinya dan orang percaya — tidak ada orang benar.
Tanda-tanda orang benar tidak ada pada dunia ini, yaitu mengakui Allah dalam hati dan perbuatan mereka (ayat 1), berakal budi dan mencari Allah (baca ayat 2), hidup setia, bermoral dan berbuat baik (ulangi maknai ayat 3), berbuat yang benar dan tidak menindas umat Tuhan (ayat 4) serta tidak menghina orang yang tertindas (mungkin bisa ulangi langi membaca dan refleksi ulang ayat 1-6).

Mazmur ini menuturkan kepada kita bahwa kebebalan menjadi dosa asal segala kejahatan dan penindasan oleh yang berkuasa dan kuat atas yang lemah dan miskin, penyangkalan atas kekuasaan Tuhan dan kehadiran-Nya yang menuntut dan mengadili perbuatan kita.
Oleh sebab itu, apabila kita menganggap diri kita “tuan”, maka dengan segera akan terjadi penindasan terhadap sesama kita.

Allah selalu dan akan selalu menyertai, memberkati, melindungi dan bahkan sudah dipastikan menyelamatkan angkatan “orang benar”.
Bagaimana dengan kita?
Mari lebih dimurnikan Tuhan, untuk tetap rendah hati, lebih jujur, lebih sederhana, dan tulus dalam menjalani pandemi ini.
Mari ibu, bapak dan saudara, saudari semua, kita berjuang ada dalam angkatan orang benar tersebut, selalu.

Amin.

Media: GKJ-N/No.30/07/2021

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

Share