BERSYUKUR ATAS KEAJAIBAN YANG ALLAH LAKUKAN (Mazmur 77: 12-16)

Renungan Minggu, 26 Juni 2022

BERSYUKUR ATAS KEAJAIBAN YANG ALLAH LAKUKAN
(Mazmur 77: 12-16)

“ Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”
(Mazmur 77: 15)

 

Bersyukur Atas Keajaiban Yang Allah Lakukan

Kapan Anda mengalami keajaiban Allah dalam hidup Anda?
Begitu mendengar pertanyaan ini mungkin Anda akan terdiam sejenak untuk mulai mengingat keajaiban apa yang pernah Anda alami dalam hidup ini.
Mungkin Anda segera bisa menemukan, mungkin juga tidak.
Mengapa kita sulit atau bahkan tidak bisa menemukan keajaiban Allah yang terjadi dalam hidup Anda?
Karena begitu mendengar kata “ajaib”, pikiran kita langsung mengarah kepada hal-hal yang supranatural, hal-hal yang di luar nalar manusia.
Seseorang tiba-tiba sembuh dari sakit tanpa pengobatan kita sebut “ajaib”, sedangkan seseorang sembuh dengan pengobatan, kita sebut hal biasa, bukan hal yang ajaib.

Mazmur yang kita baca ini mengungkapkan kegelisahan sang pemazmur yang merasa Allah kini tidak lagi mudah ditemui.
Siang dan malam ia berdoa, bertanya-tanya, dan mencari tahu di manakah Allah dalam kondisi penderitaan hidup yang dialaminya.
Ia bahkan hampir frustasi dengan kegelisahan mencari keberadaan Allah dalam hidupnya ini. Ia ingin Allah hadir saat ini juga, ia tidak akan bisa menjalani hidup ini dengan baik jika ia merasa Allah absen dalam hidupnya saat ini.
Namun, akhirnya sang pemazmur bisa menerima realitas bahwa Allah bisa saja tidak ingin ditemui, Allah bisa saja absen dalam hidupnya.
Allah bisa saja tidak menjawab dan mengabulkan permohonan dan doa-doa sang pemazmur.
Allah adalah Allah, Allah punya kehendak dan kedaulatan sendiri yang tidak bisa diatur oleh permohonan dan harapan manusia.
Situasi yang dialami sang pemazmur, kini tidak lagi dilihat sebagai tanda bahwa Allah tidak ingin menyertai hidupnya.
Allah tetap menyertai hidupnya, walaupun sekarang ia merasakan Allah diam, Allah tidak mendengar dan menjawab doa serta permohonannya.
Sang pemazmur bisa menyakini hal itu karena ia kini mengingat kehidupan yang telah dilaluinya.
Di kehidupan yang telah dilaluinya, Allah berulang-ulang menyertai hidupnya dan hidup umat-Nya..
Allah telah melakukan hal-hal yang ajaib, hal-hal yang menakjubkan, baik hal-hal di luar nalar manusia ataupun hal-hal yang dapat dipahami oleh nalar manusia untuk tetap menyatakan kasih dan perlindungannya.
Kata keajaiban berasal dari kata Ibrani “pala”, yang berarti hal-hal yang menakjubkan meliputi baik yang supranatural maupun natural.

Ketika kita punya perasaan seperti sang pemazmur bahwa Allah jauh, Allah absen dalam hidup kita, sesungguhnya Allah tetap berada dalam hidup kita, Allah tetap menyertai hidup kita.
Kita hanya cukup mengingat perjalanan hidup kita di masa lalu yang dilimpahi beragam keajaiban Allah dalam hidup kit .
Untuk itulah, syukur tetap kita panjatkan bagi Allah.

Amin.

Media: GKJ-N/No.26/06/2022

Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th.

Share