DILAHIRKAN KEMBALI UNTUK HIDUP PENUH HARAPAN
(1 PETRUS 1: 3-9)

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidupyang penuh pengharapan,” (1 Petrus 1:3)

 

Dilahirkan Kembali Untuk Hidup Penuh Harapan

Rasul Petrus mulai memberikan gambaran tentang kekayaan rohani para pembacanya, yaitu dilahirkan kembali untuk hidup penuh harapan yang tetap tersedia bagi mereka sekalipun mereka menghadapi berbagai ujian dan pencobaan.

1. Dilahirkan Kembali
Yang dikemukakan pertama adalah kelahiran baru, yang karena rahmat-Nya telah melahirkan kita kembali, sehingga dapat memiliki hidup yang penuh pengharapan yang berpusat di sekitar kenyataan yang sudah sepenuhnya terbukti dan sering kali diberitakan yaitu kebangkitan Yesus Kristus.
Seperti nas kita Minggu kali ini, ayat pertama perikop teks bacaan kita, berbunyi demikian: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidupyang penuh pengharapan,” (1 Petrus 1:3)
Orang-orang pendatang di Asia Kecil mengalami kelahiran baru dan hidup dalam pengharapan.
Mereka adalah orang-orang pilihan yang dipanggil Allah untuk mengemban amanat agung-Nya.
Mereka dipanggil sebagai umat yang akan menyatakan inti berita Injil yakni kasih Kristus kepada dunia sekitar mereka. Oleh karena itu mereka harus menjaga hidup mereka dalam ketaatan dan kekudusan.
Sebagai umat-Nya, kita pun terpanggil untuk hidup taat dan kudus di hadapan-Nya, agar dunia merasakan keberadaan kita yang menyaksikan kasih-Nya.Harta sorgawi. Ada suatu pengharapan bagi umat-Nya yang dipanggil taat dan kudus, yakni tersedianya harta sorgawi yang tidak binasa, yang tidak cemar, dan tidak dapat layu. Pengharapan kekal inilah yang Allah janjikan bagi setiap orang yang hidup berkenan kepada-Nya, supaya tetap tekun dan sabar menghadapi kenyataan hidup di dunia ini yang memang penuh pergumulan.
Penderitaan dan pergumulan yang kita alami saat ini memang tidak dapat dibandingkan dengan keindahan dan kekekalan harta sorgawi.

2. Hidup Penuh Harapan
Mereka menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa(tidak dapat dihancurkan), yang tidak dapat cemar (tidak dapat dikotori), yang tidak dapat layu(senantiasa segar), dan yang tersimpan (selalu dijaga) di sorga bagi kamu.
Bagi para pembaca surat Petrus, yang sudah meninggalkan bagian mereka di dalam warisan duniawi Israel, yaitu negeri yang dijanjikan kepada nenek moyang mereka, dan yang juga akan mengenal pembuangan dan perampasan harta kekayaan, ingatan tentang bagian yang pasti ini akan memberikan penghiburan dan keseimbangan.

Ada suatu pengharapan bagi umat-Nya yang dipanggil taat dan kudus, yakni tersedianya harta sorgawi yang tidak binasa, yang tidak cemar, dan tidak dapat layu.
Pengharapan kekal inilah yang Allah janjikan bagi setiap orang yang hidup berkenan kepada-Nya, supaya tetap tekun dan sabar menghadapi kenyataan hidup di dunia ini yang memang penuh pergumulan.

Penderitaan dan pergumulan yang kita alami saat ini memang tidak dapat dibandingkan dengan keindahan dan kekekalan harta sorgawi.

Amin.

Media: GKJ-N/No.03/04/2023

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

Share