Dosa Dunia Dihapus-NYA (Yohanes 1: 29-34)

DOSA DUNIA DIHAPUS-NYA
(Yohanes 1: 29-34)

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.”
(Yohanes 1: 29)

 

Dosa Dunia Dihapus-NYA

Sejak konteks Perjanjian Lama (PL) tentang Hamba Allah yang akan menghapus dosa-dosa manusia, dengan menderita sebagai anak domba.
Mungkin ungkapan Anak Domba Allah berasal dari perayaan Paskah (bisa baca Keluaran 12 dan Yesaya 53:7&10), tetapi makna ungkapan Yohanes jelas: dengan cara yang belum diuraikan, Tuhan Yesus Kristus akan menjadi korban seperti binatang-binatang yang dikorbankan di Bait Allah, dan Dia akan menyediakan pengampunan dosa bagi umat manusia.

Nas kita Minggu ini di ayat 29 berbunyi demikian: Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Melalui kematian-Nya, Tuhan Yesus Kristus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia. Allah yang menjadi manusia sebagai Tuhan Yesus menghapus dosa dunia, pengampunan diberikan kepada orang-orang yang bertobat dan percaya kepada Injil, dari bangsa, suku, atau bahasa apa pun mereka berasal.
Korban-korban persembahan dalam hukum Taurat hanya merujuk kepada dosa-dosa bangsa Israel, untuk mendamaikan dosa-dosa mereka, tetapi Anak Domba Allah dipersembahkan untuk menjadi pendamaian bagi dosa-dosa seluruh dunia.

Hal ini sangat membesarkan iman kita, sebab jika Kristus menghapus dosa dunia, tentulah Ia menghapus dosa kita juga! Kristus mengerahkan segala kekuatan-Nya melawan pasukan dosa yang utama, Ia menyerang bagian akar kejahatan, untuk menghancurkannya, yang telah menguasai seluruh dunia. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya di dalam Kristus. Ia menghapus dosa dunia dengan menimpakan dosa itu ke atas diri-Nya sendiri. Ia adalah Anak Domba Allah, yang menanggung dosa dunia, begitulah arti umumnya. Ia menanggung dosa bagi kita, dan dengan demikian Ia mengambilnya dari kita untuk ditanggung-Nya. Ia menanggung dosa banyak orang, seperti dosa-dosa bangsa Israel ditanggungkan pada kepala kambing jantan (baca dan bandingkan Imamat 16:21).

Allah bisa saja menghapus dosa dengan membinasakan para pendosa, seperti Ia menghapus dosa dunia yang lama. Akan tetapi, Ia telah menemukan suatu cara untuk menghapus dosa tanpa membinasakan para pendosanya sendiri, yaitu dengan menjadikan Anak-Nya sebagai dosa bagi kita. Dilambangkan dalam perjalanan sejarah kehidupan gereja (persekutuan orang-orang percaya) dengan lambang roti dan anggur, mengingat ajaran Tuhan Yesus Kristus sendiri tentang perjamuan terakhir bersama para murid menjelang Salib, menerima kematian-Nya -tubuh terpecah dan darah tertumpah- sebagai penghapusan dosa-dosa kita manusia.

Selamat memasuki Sakramen Perjamuan Kudus yang pertama di Tahun Baru 2023.
Tuhan Yesus Kristus menghapus Anda dan saya, dosa kita, dan bahkan dosa dunia.

Mari merespons penghapusan dosa itu: Mengasihi Tuhan, dan dengan mengasihi sesama manusia, lebih lagi.

Amin.

Media: GKJ-N/No.03/01/2023

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

Share