HIDUP DAN MATIKU BERHARGA DI MATA TUHAN (MAZMUR 116: 12-19)

“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” (Mazmur 116: 15)

 

Hidup dan Matiku Berharga di Mata TUHAN

Dari teks dan konteks bacaan Alkitab kita kali ini, tampak pemazmur (diyakini adalah Daud) mengajak kita memaknai hidup ke dalam tiga dimensi sang pemazmur yakni pertama, segala doanya terjawab (masa lalu), lalu pemazmur mengasihi Allah (masa kini), dan dengan permohonan doa-doanya, ia melanjutkan hidup masa depannya.

Kasih karunia penggerak tindakan. Dalam Mazmur ini, dimensi yang ketiga merupakan tindakan konkrit, karena kasih karunia Allah sudah dilimpahkan kepada manusia.


1. Hidup dan Mati Kita Berharga
Semua hal tadi tentu sangat bermakna, bahwa kita berharga di mata Tuhan, hidup dan mati kita berharga di Mata Tuhan karena kita sudah menerima kasih karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus telah “mengangkat cawan keselamatan” Mari berserah dan percaya sepenuhnya kepada-Nya; taat kepada-Nya dalam segala situasi; memelihara persekutuan dengan-Nya; dan tetap berpengharapan akan bersekutu dengan-Nya.
“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” (Mazmur 116: 15).
Allah secara cermat mengawasi kehidupan umat- Nya yang percaya. Ia menguasai situasi kematian kita. Dan ketika kita meninggal, Ia ada bersama kita. Kematian kita, yang sangat berharga bagi Allah Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus dan urapan Roh Kudus, adalah saatnya kita dibebaskan dari semua kejahatan, diangkat dari kehidupan ini kepada kemenangan yang berbahagia dan dibawa ke sorga untuk memandang wajah Tuhan Yesus Kristus.

Pengalaman gelap pemazmur menjadi cara Tuhan yang menghasilkan tiga hal.
Jiwanya yang goyah dikuatkan, pandangannya terhadap maut diperbarui, kasihnya kepada Allah yang mengasihinya semakin besar. Membuat pemazmur melihat kematian secara berbeda Pemazmur menyimpulkan: “Berharga kematian semua orang yang dikasihi-Nya.”.

Ungkapan pemazmur itu didukung oleh prinsip sepadan: berharga bagi Tuhan hidup setiap orang yang hidup di dalam- Nya. Dorongan yang dimiliki pemazmur untuk membalas kasih Tuhan adalah dasar dari hasrat kita untuk hidup dan berkarya bagi Tuhan. Tentu saja tak mungkin dapat membalas kebaikan Tuhan.

2. Berharga di mata Tuhan

Dengan kebenaran inilah Pemazmur Daud menghibur dirinya sendiri di kedalam kesusahan dan bahaya yang mengancamnya. Kemudian, setelah kenyataan membuktikan kebenaran tersebut, ia pun menghibur orang lain yang mungkin terancam bahaya serupa.
Allah mempunyai umat, bahkan di dunia ini, yang merupakan orang-orang kudus-Nya, orang-orang yang dikasihi-Nya, atau orang-orang yang disayangi-Nya, yang telah menerima belas kasihan dari-Nya dan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain demi Dia.

Karena itulah kematian -seperti kehidupan- setiap orang percaya itu berharga di mata TUHAN; bahkan darah mereka juga berharga.
Allah sering kali secara menakjubkan mencegah kematian orang-orang kudus-Nya ketika mereka tinggal selangkah lagi menuju maut. Ia memerhatikan secara khusus kematian mereka, mengatur segala keadaannya untuk yang terbaik. Dan siapa pun yang membunuh mereka, bagaimanapun enteng mereka menganggapnya, mereka akan dibuat membayar mahal untuk itu.
Meskipun tidak ada seorang pun yang memerhatikan ketika orang percaya, yang setia berjuang hidup baik dan kudus itu binasa, Allah telah, sedang dan akan menunjukkan bahwa Ia memerhatikannya.

Ini semakin membuat kita rela hidup dan mati hanya untuk Kristus, akan tercatat di sorga, bahwa hidup dan mati kita berharga di Mata Tuhan Allah.
Karena itu mari imankan, aminkan, dan lakukan nyata: Apa yang berharga bagi Allah berharga juga bagi kita.

Amin.

Media: GKJ-N/No.04/04/2023

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

Share