Kelegaan Atas Doa Yang Didengarkan Allah (Mazmur 65: 1-8)

Renungan Minggu 12 Juli 2020

KELEGAAN ATAS DOA YANG DIDENGARKAN ALLAH (Mazmur 65: 1-8)

“Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup…”
(Mazmur 65: 3)

Dipimpin oleh : Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th

K E L E G A A N   A T A S   D O A   Y A N G   D I D E N G A R K A N   ALLAH

Ketika kita berdoa kepada Allah, terutama ketika kita memanjatkan doa permohonan kita kepada-Nya, kita pasti berharap doa kita didengarkan dan dikabulkan oleh Allah. Allah menjadi tumpuan kehidupan kita dan sesama yang kita doakan.
Namun dalam hidup yang kita jalani ini, kita menghadapi kenyataan ada doa kita yang dikabulkan dan ada yang tidak.

Sang pemazmur meyakini bahwa Allah adalah Sang Pendengar Doa. “Engkaulah  yang mendengar doa”. Kata dengar dalam bahasa Ibrani, shama, mengandung makna mendengar dengan sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian, dengan penuh empati. Inilah yang diyakini sang pemazmur, doa-doa kita akan didengarkan Allah dengan sungguh-sungguh dan penuh empati. Ini berarti bahwa Allah sungguh-sungguh memberikan perhatian kepada kita, Allah tidak mengabaikan doa-doa kita.

Allah Sang Pendengar Doa inilah yang menumbuhkan kelegaan dan ucapan syukur pemazmur dalam menjalani kehidupan ini. Ketika Allah mau mendengar doa-doa umat, tentu umat mengharap Allah juga mau mengabulkan doa-doa umat. Dan dalam realitas hidup yang mereka jalani, mereka mengalami bahwa Allah berkali-kali pula mengabulkan doa-doa umat. Di ayat 4, Allah menjawab doa permohonan umat yang berdosa dengan mengampuni dosa-dosa umat. Di ayat 6, Allah menjawab doa-doa umat dengan tindakan penyelamatan Allah bagi umat-Nya.

 Namun bagaimana kalau ternyata Allah tidak berkenan mengabulkan doa-doa permohonan umat? Akankah itu menghilangkan ungkapan syukur dan percaya umat kepada Allah?
Tentu saja tidak!
Ingat bahwa Allah Sang Pendengar Doa. Ini penting sekali. Allah memberikan empati-Nya kepada umat, terlepas dari terkabul dan tidaknya doa-doa umat. Memang terkabulnya doa persis seperti yang dimohon umat, bagi umat sering dianggap sebagai jawaban doa. Namun apakah betul itu sebagai jawaban yang tepat terhadap problem yang dihadapi umat? Pengetahuan umat bisa sangat terbatas dalam mengartikan jawaban doa yang tepat sesuai dengan problem yang dihadapi umat.

Jadi, ketika doa kita tidak atau belum dikabulkan oleh Allah, bisa saja Allah memang tidak atau belum berkenan mengabulkan doa kita. Namun Allah Sang Pendengar Doa, akan menjawab doa kita dengan cara-Nya sendiri,  karena dengan empati Ia mengetahui pergumulan hidup yang sedang kita alami. Jadi, tetaplah selalu bersyukur dan percaya kepada Allah Sang Pendengar Doa. Amin.

 

Renungan oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th.

Share