Kita Bisa Berpulih karena Kita Anak-anak-Nya (Efesus 1: 3-14)

Renungan Minggu, 2 Januari 2022

KITA BISA BERPULIH KARENA KITA ANAK-ANAK-NYA
(Efesus 1: 3-14)

β€œDalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.”
(Efesus 1: 5)

 

oleh : Pdt. Agus Hendratmo, M.Th.

 

Kita Bisa Berpulih karena Kita Anak-anak-Nya

Ada banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita harus berpulih. Ketika kita sakit, kita ingin berpulih dari sakit kita dan menjadi sehat kermbali.
Ketika kita kehilangan pekerjaan, kita ingin berpulih dan mendapatkan pekerjaan kembali.
Ketika kita berduka, kita ingin berpulih dan mengatasi rasa duka kita.
Keinginan berpulih menjadi kebutuhan yang penting bagi kita, karena dengan berpulih kita dapat lebih baik menjalani kehidupan kita sehari-hari.

Namun demikian, ada kalanya berpulih memerlukan proses.
Pemulihan jarang terjadi secara instan, lebih sering terjadi secara perlahan dan bertahap.
Proses yang terjadi secara perlahan dan bertahap inilah yang sering dirasakan tidak mudah oleh setiap orang. Ketika seseorang sakit, inginnya seseorang cepat sembuh, padahal kesembuhan juga memerlukan proses.
Bahkan dalam banyak kasus medis, seseorang yang ingin sembuh harus menjalani beragam latihan dan diet yang tidak mudah yang memerlukan waktu.

Apa yang bisa menjadi sumber kekuatan kita dalam proses pemulihan hidup kita?
Rasul Paulus menunjukkan pada kita, apa yang bisa menjadi sumber kekuatan kita: Kita adalah anak-anak dari Sang Bapa.
Kita pasti bisa berpulih karena kita adalah anak-anak-Nya.
Bapa dan ibu biologis kita di dunia ini akan berjuang dengan keras untuk membantu proses pemulihan yang kita alami dari hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita.
Demikian juga, melebihi kemampuan bapa-ibu biologis kita, Sang Bapa akan menyertai dan menolong kita dalam proses pemulihan kita. Hal-hal buruk, hal-hal yang tidak kita harapkan, memang bisa terjadi dalam hidup kita.
Namun demikian, hal-hal baik akan selalu dikaruniakan oleh Sang Bapa dalam proses pemulihan kita.

Mari, kita menjalani hidup ini, di tahun 2022 ini, dengan keyakinan penuh bahwa kita bisa berpulih karena kita adalah anak-anak-Nya.
Pemulihan memang bisa berjalan dengan cepat namun juga perlahan dan bertahap.
Di saat pemulihan berjalan perlahan dan bertahap, jangan pernah kita kehilangan pengharapan akan kasih Tuhan. Jangan biarkan pikiran kita berbisik pada kita dengan bisikan yang salah: Allah meninggalkan kita, Allah tidak mengasihi kita.

Ingat, dalam hidup ini Bapa sungguh mengasihi anak-anak-Nya, Bapa juga sungguh peduli pada anak-anak-Nya.
Anak-anak-Nya selalu mendapat hikmat dan kekuatan untuk berpulih dari kondisi buruk yang terjadi dalam hidup mereka.
Penderitaan hidup semestinya tidak akan membuat kita ciut nyali menjalani hidup dan berpulih.
Oleh sebab itu, jalani hidup ini dengan keberanian hidup sebagai anak-anak-Nya.

Amin.

Media: GKJ-N/No.01/01/2022

Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th.

Share