Memuji Tuhan Atas Segala Karya Dan Pemeliharaan-Nya (Mazmur 148: 1-14)

Renungan Minggu – 27 Desember 2020

MEMUJI TUHAN ATAS SEGALA KARYA DAN PEMELIHARAAN-NYA (Mazmur 148: 1-14)

“Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.”
(Mazmur 148: 13)

Dipimpin oleh : Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th

MEMUJI TUHAN ATAS SEGALA KARYA DAN PEMELIHARAAN-NYA

Tindakan memuji Tuhan, tidak dapat dipisahkan dari keberadaan orang Kristen.
Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam setiap ibadah kental dengan unsur pujian kepada Tuhan.
Memuji Tuhan tentu tidak sama persis artinya dengan memuji manusia karena kemampuannya atau karena jasa-jasanya.

Pujian untuk manusia pada dasarnya bersifat temporer.
Dulu bisa saja dipuji, kini dicaci.
Misalnya pejabat negara yang dulu dipuji karena bisa diangkat sebagai menteri, kini dicaci karena terlibat korupsi.

Pujian pada Tuhan bersifat permanen.
Manusia bahkan selalu diundang untuk memuji Tuhan.
Malah sebenarnya yang diundang untuk memuji Tuhan bukan hanya manusia saja, tetapi segenap semesta.

Dalam Mazmur 148 ini, seluruh ciptaan diundang untuk memuji Tuhan.
Dalam mazmur ini, disebutkan motifnya mengapa kita diundang untuk memuji Tuhan,
(1)Dialah pencipta alam semesta-ayat 5,
(2) hanya Dialah yang pantas untuk dipuji karena keagungan-Nya-ayat 13.

Allah sebagai pencipta, juga sebagai pemelihara kehidupan.
Ciptaan-Nya ada untuk dipelihara melalui beragam karya-Nya.
Tahun 2020 pun tak luput dari karya dan pemeliharaan Allah.

Mungkin ada  orang yang tergoda untuk bertanya,”Benarkah Allah  memelihara kehidupan kita di tahun 2020 ini, mengingat keberadaan pandemi yang tak kunjung usai dan menelan korban ribuan jiwa?
Memang. seseorang lebih mudah mengkaitkan penderitaan dengan ketidakhadiran pemeliharaan Allah.
”Kalau Tuhan hadir dan menolong, tentunya pandemi akan segera berakhir. Karena pandemi belum berakhir, berarti Tuhan tidak menolong.” Namun demikian, mengkaitkan situasi pandemi yang belum berakhir dengan absennya pemeliharaan Tuhan, tidaklah tepat. Karya pemeliharaan Allah sangat beragam, termasuk memberikan hikmat bagi para ilmuwan untuk segera bisa menciptakan vaksin bagi virus yang membahayakan manusia.
Allah pasti tidak tinggal diam.
Dengan cara-Nya, yang bisa saja tidak kita ketahui sepenuhnya, Ia menyatakan pemeliharaan-Nya di tengah-tengah perjuangan umat manusia mengatasi pandemi Corona.

Jadi, pada dasarnya memang tidak ada alasan untuk tidak memuji Tuhan. Namun tetap harus kita pahami, memuji Tuhan tentu tidak sebatas kata-kata, lagu, atau doa yang kita ungkapan kepada-Nya. Segenap hidup kita sendiri haruslah menjadi ekspresi pujian kita kepada Tuhan.

Tepat seperti judul sebuah lagu di Kidung Pasamuwan Jawi: Uripku pindha pangidung. Hidupku adalah pujian bagi keagungan-Nya.

Amin.

Media: GKJ-N/No. 52/12/2020

 

Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th. 

Share