Pengharapan Keluarga dalam Keutuhan Melalui Rekonsiliasi YESUS di Kayu Salib (Ibrani 2: 5-13)

“Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!”(Ibrani 2: 10-11)ย 

Banyak hal bisa mengganggu keutuhan hidup berkeluarga. Persoalan relasi dan komunikasi antaranggota keluarga, keuangan keluarga, konflik, kekerasan dalam keluarga, kegagalan mengelola keragaman dalam keluarga, egoisme, dsb. Keutuhan yang terganggu tidak hanya berwujud fisik, misalnya pisah kamar atau rumah, namun juga bisa berwujud psikis. Walau tetap tinggal dalam satu rumah, masing-masing anggota keluarga sudah tidak lagi punya “hati” satu dengan yang lain.

Keutuhan relasi, secara teologis, rupanya juga menjadi problem manusia dengan Allah. Problem ini disadari oleh manusia. Bahkan mereka berupaya mengatasi problem ini. Bagi Umat Israel dalam dunia sosial yang diceritakan di kitab Perjanjian Baru, problem ini coba diatasi dengan sistem korban. Umat dengan setia mempersembahkan korban, termasuk korban bakaran kepada Tuhan, baik sebagai korban syukur maupun korban penghapus dosa. Dalam Bait Allah di Yerusalem, Imam Besarlah yang akan memimpin upacara korban ini. Imam Besar bertindak sebagai pembangun relasi dan komunikasi antara manusia dan Allah.

Yesus lebih dari seorang imam besar. Seorang imam besar hanya membawa korban untuk dipersembahkan kepada Allah, dan itu akan dilakukan berulang-ulang sepanjang tahun-tahun kehidupan, sehingga boleh dikatakan hampir tak ada gunanya sama sekali. Korban yang dibawa Yesus adalah diri-Nya sendiri melalui ketaatan-Nya kepada Sang Bapa melalui tindakan rekonsiliasi/pendamaian manusia dengan Bapa dengan kematian-Nya di kayu salib. Pendamaian-Nya adalah sekali untuk selamanya. Keutuhan Allah-manusia kembali terwujud melalui Yesus. Rekonsiliasi Yesus inilah yang kiranya bisa menjadi pengharapan kita dalam mewujudkan dan menjaga keutuhan dalam kehidupan keluarga kita. Amin. Amin. Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th

Share