ROH KUDUS MEMPERBARUI HIDUP KITA (Kisah Para Rasul 2: 1-13)

Renungan Minggu, 5 Juni 2022

ROH KUDUS MEMPERBARUI HIDUP KITA
(Kisah Para Rasul 2: 1-13)

โ€œ Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. โ€
(Kisah Para Rasul 2: 4)

 

Roh Kudus Memperbarui Hidup Kita

Kita semua, manusia pada dasarnya menyukai hal-hal yang baru.
Siapa yang nggak mau motor baru, mobil baru, rumah baru, pekerjaan baru yang lebih baik.
Kita menyukai kebaruan, hanya orang-orang yang mengidap neophobia yang tidak suka dan takut pada hal-hal yang baru.
Manusia tidak hanya menjadi pihak yang menerima kebaruan, melainkan menciptakan beragam kebaruan dalam hidup ini.


Peristiwa luar biasa terjadi di Yerusalem.
Murid-murid Yesus yang berkumpul di satu tempat tersebut penuh dengan Roh Kudus. Dalam bahasa Yunani, kata kepenuhan ini terjemahan dari kata eplesthesan.
Penulis menggunakan kata ini sebanyak 6 kali dalam kitab ini (Kis. 2:4; 3:10; 4:31; 5:17; 13:45). Di hari Pentakosta di Yerusalem itu, kepenuhan Roh Kudus memang dihubungkan dengan kemampuan supranatural, dalam hal ini kemampuan para rasul yang bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia dari berbagai bangsa dan bahasa. Memang ini sesuatu yang supranatural.
Namun demikian, di ayat lain, Kis. 4:31-36, kepenuhan Roh Kudus tidak dihubungkan dengan kemampuan supranatural.
Apa yang tampak kemudian di dalam diri para murid adalah keberanian mereka untuk memberitakan firman Allah dan cara hidup jemaat Kristen yang mewujudkan kesehatian, kasih, dan saling berbagi harta benda untuk menopang kebutuhan komunitas Kristen perdana tersebut.
Jadi intinya, ketika orang-orang Kristen awal dipenuhi dengan Roh Kudus, yang terjadi adalah Roh Kudus memperbarui hidup mereka.


Dalam kehidupan yang kita jalani sekarang, banyak orang bisa dibayang-bayangi kekhawatiran atau bahkan ketakutan: Apakah masa kini/masa depan lebih baik dari masa lalu atau malah lebih buruk?
Jawaban pertanyaan ini memang bisa sangat subjektif bergantung pengalaman hidup kita masing-masing.
Bagi kita yang terkena dampak berat pandemi, mungkin akan lebih mudah berpikir tahun-tahun ini atau tahun-tahun depan masih akan dialami sebagai tahun-tahun yang buruk.
Namun demikian, kita bisa meyakini dunia akan semakin lebih baik dan sempurna.
Roh Kudus hadir dan berkarya untuk memperbarui hidup kita. Meskipun Roh Kudus berkarya memperbarui hidup kita dan dunia ini, tidak berarti manusia bersikap pasif dan sekadar menanti karya pembaruan Roh Kudus.
Manusia, umat beriman dipanggil untuk bergerak bersama dalam proyek pembaruan Roh Kudus atas hidup kita dan dunia ini.
Berjuang mengikuti gerak pembaruan Allah atas dunia ini hingga kesempurnaannya nanti.
Berjuang dan berkarya mewujudkan pembaruan hidup agar selaras dengan kehendak Allah.

Amin.

Media: GKJ-N/No.23/06/2022

Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th.

Share