Tetap Setia Memberikan Hidup Kita Dibentuk Oleh Allah (Yesaya 64: 1-9)

Renungan Minggu 29 November 2020

TETAP SETIA MEMBERIKAN HIDUP KITA DIBENTUK OLEH ALLAH (Yesaya 64: 1-9)

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” 
(Yesaya 64: 8)

Dipimpin oleh : Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th

 

Tetap Setia Memberikan Hidup Kita Dibentuk Oleh Allah

Siapa yang membentuk hidup manusia?
Tentu manusialah yang pertama-tama bertanggung jawab membentuk hidupnya sendiri.
Kita mau jadi apa, kitalah yang bertanggung jawab. Kita akan menjadi manusia baik atau jahat, kitalah yang menentukan.
Namun demikian, kita menyadari ada faktor lain yang juga bisa membentuk hidup kita.
Gen yang kita warisi, sedikit bamyak, berperan juga membentuk keberadaan hidup kita. Lingkungan atau konteks kita hidup juga besar pengaruhnya dalam membentuk hidup kita. Seseorang yang diasuh dalam komunitas orang jahat tentu berbeda bentuk kehidupannya dengan seseorang yang dibentuk dalam komunitas orang baik.

Nabi Yesaya menyadari umat Israel memerlukan pertolongan Tuhan dalam membentuk hidup mereka.
Ketika mereka memerlukan pertolongan Tuhan, bukan berarti mereka ingin lepas tangan atas hidup mereka. Mereka merasa butuh pertolongan Tuhan, karena mereka menyadari hidup yang telah mereka jalani selama ini semakin lama semakin melenceng dari Tuhan. Kata nabi Yesaya,”Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.” (ayat 6). Kehidupan yang selama ini mereka bentuk sendiri  justru semakin menyebabkan dosa-dosa di hadapan Tuhan.

Di hadapan Tuhan, mereka menggambarkan diri mereka sebagai tanah liat di hadapan ahli pembuat periuk.
Tanah liat bagi banyak orang hanya akan dilihat sebagai tanah.
Namun demikian, di hadapan ahli periuk, tanah liat itu akan dibentuk menjadi benda lain yang indah dan berguna. Sebagai umat “tanah liat”, mereka harus sepenuh hati memercayakan hidup mereka dalam bentukan Tuhan.

Tuhan mempunyai rencana dan desain yang terbaik bagi umat-Nya, umat harus belajar dengan rendah hati siap sedia dibentuk oleh Tuhan mengikuti rencana dan desain Tuhan.

Dalam hidup ini, kita memiliki tanggung jawab untuk membentuk hidup kita sebaik-baiknya.
Namun demikian, mari kita hadapkan juga hidup yang kita bentuk itu dengan rencana dan desain Tuhan atas hidup kita. Ketika kita merasa rencana dan desain hidup kita berbeda dengan Tuhan, yakinlah bahwa rencana dan desain Tuhan itu yang terbaik bagi hidup kita.
Akan tetapi bagaimana kita bisa tahu bahwa itu adalah rencana dan desain Tuhan bagi hidup kita?

Berserahlah pada Tuhan, karena Tuhan sendirilah yang nanti akan memberitahu kita pada saat yang tepat.

Amin.

 

Oleh: Pdt. Agus Hendratmo, M.Th. 

Share