KESELAMATAN SEBAGAI HARTA YANG INDAH YANG DIPERCAYAKAN KEPADA KELUARGA
(2 TIMOTIUS 1: 3-18)

“Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”
(2 Timotius 1: 14,  TB2)

Iman Kristen dan kekristenan tidak menjamin keluarga umat jemaat Allah akan kebal arau bahkan bebas dari berbagai penderitaan. Sebaliknya, iman dalam Keselamatan Kristus mengajarkan ada kekuatan dianugerahkan Tuhan Allah, sehingga sebagai keluarga-keluarga Kristus, kita akan kuat menanggung penderitaan, pergumulan, perjuangan hidup dan pelayanan membagikan Kasih Allah.

Perikop kita memasuki Oktober Tahun 2025 ini adalah surat yang kedua dari Radul Paulus kepada Timotius, anak rohani yang dikasihinya. Paulus menyebutkan kehendak Allah yang telah menjadikannya sebagai pemberita janji tentang hidup dalam Kristus Yesus. Kesadaran akan kehendak Allah ini memampukan Paulus untuk mengucap syukur kepada-Nya karena keberadaan Timotius dalam pelayanannya (baca ulang ayat 3-5). Paulus tahu, pelayanan Timotius di Efesus tidak mudah. Dengan usia Timotius yang tergolong muda dan peliknya persoalan yang diakibatkan oleh para pengajar sesat yang menyusup di tengah jemaat Efesus, tentu tidak mudah menghadapi semua itu. Paulus tahu betapa berat kesedihan yang dialami oleh Timotius dalam pelayanannya. Karena itu, Paulus menguatkan Timotius.

Dasar penguatan pertama yang Paulus berikan adalah karena kasih karunia yang telah dimiliki oleh Timotius dari Allah (baca maknai lagi ayat 6 dan 9). Paulus mengingatkan bahwa hanya karena kasih karunia Allah saja, maka Timotius beroleh keselamatan dan panggilan pelayanan (jelas, di ayat 9-10).

Dasar penguatan kedua yang Paulus berikan kepada Timotius, yaitu bahwa Allah yang telah menyelamatkannya, juga memberikan kekuatan kepadanya. Berdasarkan pada anugerah dan kekuatan dari Allah yang telah ia terima, Paulus menasihati Timotius agar tidak malu bersaksi tentang penyelamatan Allah dan tidak takut untuk menderita bagi Kristus (ayat 7 dan 8). Refleksinya kepada probadi dan keluarga Kristen yang tidak bersedia membela kebenaran dan mewartakan Kasih Kristus, harus benar-benar memerhatikan himbauan Paulus kepada Timotius, “Janganlah malu terhadap kesaksian Tuhan kita” Himbauan praktis dan ujian ini nyata dan meneguhkan bahwa Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah Harta yang Indah yang dianugerhakan, dipercayakan kepada tiap keluarga kita, untuk diwarta bagikan kepada pribadi & keluarga-keluarga lain.

Hanya iman yang sangat teguh yang bisa memalukan tiap keluarga mengatasi berbagai masalah tantangan. Karena kita semua berasal dari satu Bapa, maka kita tidak boleh malu. Dimanakah kira-kira rasa malu Anda diungkapkan? Apakah Anda malu dalam mempertahankan Firman Allah? Apakah Anda ragu-ragu dalam memberitahu orang lain tentang Kasih Kristus? Akankah Anda merasa malu terhadap pelbagai “belenggu”? Apakah Anda menjauhkan diri dari keluarga dan saudara-saudara seiman, sakramen, dan ibadah kita kepada Allah. Jangan malu, jangan undur dan menjauh. Sekarang waktunya pribadi dan keluarga tiap kita makin dekat kepada Allah, bahkan bersedia menjawab undangan Tuhan Yesus Kristus untuk semeja Perjamuan Kudus dengan Dia. Selamat mengikuti Sakramen Perjamuan Kudus sedunia Tahun 2025. Selamat menjadi pribadi dan keluarga yang semakin menyajikan jamuan keselamatan kepada keluarga dan Kasih bagi lebih banyak orang dan kehidupan.

Amin.

Media: GKJ-N/No.01/10/2025

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k