SANG RAJA YANG MENGARUNIAKAN FIRDAUS
(LUKAS 23: 33-43)

Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
(Lukas 23: 43, TB2)

Ketika Tuhan Yesus Kristus tergantung di kayu salib, para pemimpin Yahudi dan prajurit mengolok-olok ketidakmampuan-Nya menyelamatkan diri-Nya sendiri (baca ulang ayat 35-37). Tindakan mereka itu hanya terpusat kepada keselamatan fisik. Tuhan Yesus memang telah membuktikan bahwa Ia mampu membebaskan rakyat Yahudi dari berbagai masalah sosial seperti penyakit dan pangan. Namun mengapa sekarang Ia tidak berdaya dan tergantung di kayu salib? Jika demikian Ia bukanlah Mesias yang dinanti-nantikan?

Tuhan Yesus menegaskan bahwa tujuan-Nya datang ke dunia dan mati di kayu salib bukan untuk keselamatan manusia secara fisik. Kematian-Nya merupakan penggenapan Paskah yang selalu diperingati dan dirayakan bangsa Israel. Paskah pertama memang merupakan pembebasan bangsa Israel dari kekuatan Firaun. Namun sebetulnya peristiwa Paskah itu terdiri dari 2 tahapan.

Hal ini juga yang terjadi dengan respons dua orang penjahat yang turut disalibkan bersama Tuhan Yesus. Respons kedua orang itu amat jauh berbeda terhadap keberadaan Yesus. Penjahat yang satu menghujat Yesus dan menantang-Nya untuk menunjukkan kuasa-Nya. Sementara yang di sisi lain, justru menegur β€œrekannya” yang menghujat itu (baca dan maknai lagi ayat 39-40). Ia mengatakan kepada rekannya itu bahwa mereka memang layak untuk dihukum. Akan tetapi, Yesus sama sekali tidak bersalah sehingga tidak layak disalibkan. Rupanya, ia sungguh mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Mesias. Imannya itulah yang menyelamatkannya.

Pada saat ini, mungkin kita sedang β€œtersalib” karena keberdosaan kita. Namun, sering kali bukannya bertobat, kita justru semakin sombong. Kita merasa baik-baik saja, bahkan nyaman dengan situasi itu. Kalau hal seperti ini yang sedang terjadi, sesungguhnya kita sedang β€œmenjadi penjahat” menghujat Yesus.

Mari kita sadar keberdosaan kita, mari datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus dan menghadap kaki salib-Nya. Kita telah dibebaskan dari segala dosa, dan diselamatkan dari murka Allah dengan darah anak domba, Sang Mesias. Kematian Kristus telah membebaskan umat manusia yang berdosa dari murka Allah. Kematian Tuhan Yesus Kristus mendamaikan manusia dengan diri-Nya sendiri sebagai Raja pendamai. Salah satunya ditandai dengan terbelahnya tabir Bait Allah. Ya Allah dalam Tuhan Yesus Kristus (dan dalam Kuas Roh Kudus – Allah Tritunggal yang esa) adalah Sang Raja yang mengaruniakan Firdaus, β€œ.. hari ini/saat ini juga kamu bersama dengan Aku di Firdaus” (baca ulang dan syukuri dengan lebih dalam ayat 43). Semua itu tidak akan tercapai jika Kristus tidak datang ke dalam dunia dan mati. Kematian Tuhan Yesus adalah karya-Nya yang terbaik buat manusia yang terburuk, agar mereka menerima karunia yang terbesar yaitu keselamatan kekal, yang dilambangkan dengan Firdaus. Mari kita merespons dengan menyalurkan-melakukan karya kasih Kristus kepada sesama manusia dan termulia bagi Allah, sebagai ungkapan terima kasih yang terbesar. Salam Minggu Kristus Raja.

Amin.

Media: GKJ-N/No.04/11/2025

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k