TANGGALKAN PERBUATAN-PERBUATAN KEGELAPAN!
(NGRUCAT PADAMEL-PADAMEL INGKANG PETENG)
(ROMA 13: 11-14)

β€œHari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!”
(Roma 13: 12, TB2)

Rasul Paulus menasihatkan sekaligus mendesak dan menegaskan kepada umat jemaat di Roma (dan kini sampai kepada kita di β€œzaman now”)untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan berjuang hidup dalam dan menghidupi kekudusan (baca dan maknai ulang ayat 11-12). Kita menentang segala perbuatan kegelapan, dan apalagi kejahatan yang mencederai hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan manusia lainnya. Mengasihi orang lain berarti tidak mencelakai sesama, sebaliknya mendemonstrasikan kekudusan sebagai lawan dari segala tindak kejahatan.

Paulus menegaskan kepada kita bahwa hanya ada dua kemungkinan hidup: malam dan siang (kegelapan dan terang). Kita harus menanggalkan perilaku malam yaitu korupsi, kemabukan, pesta pora, dosa seksual, perselisihan, iri hati, dan kedagingan lainnya. Kita harus mengenakan Kasih Kristus (hidup dalam terang), yaitu hidup sopan dan kudus. Kata “menanggalkan” dan “mengenakan” menunjukkan bahwa orang Kristen tidak dapat hidup di dalam daerah yang abu-abu. Sebagai umat Kristen, mari kita menanggalkan kegelapan, dan hidup dalam terang. Kasih dalam iman Kristen tidak membawa manusia kompromi dengan dosa.

Keselamatan sudah lebih dekat bagi kita. Kita sebagai pribadi, keluarga, juga khususnya sebagai umat jemaat dan bagian dari bangsa Indonesia dan dunia sudah lebih dekat dengan tujuan perjalanan kita daripada ketika kita merasakan kasih yang mula-mula. Semakin dekat kita dengan pusat tujuan, semakin cepat seharusnya langkah kita. Adakah tinggal selangkah lagi bagi kita untuk menuju surga? Jadi akankah kita menjalani kehidupan kristiani kita dengan sangat lamban dan tidak bersemangat, dan mengayunkan langkah dengan begitu berat? Semakin hari-hari dipersingkat dan semakin anugerah melimpah, semakin dekat keselamatan kita, dan semakin cepat serta bersemangat kita seharusnya dalam menjalani kehidupan rohani kita.” Mari tiap kita, bersama menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, lalu semakin berjuang untuk mengenakan Kuasa Kasih Kristus sebagai perlengkapan senjata terang untuk semakin rendah hati, mengosongkan diri, jujur, tidak korupsi, semakin mengasihi Tuhan dengan mengasihi semua manusia, siap membantu menolong yang lemah, melestarikan alam, peduli berbagi, melayani berbuat nyata untuk kehidupan umat dan dunia yang lebih baik. Hidup β€œsopan seperti siang hari.”

Amin.

Media: GKJ-N/No.05/11/2025

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k