JALAN KRISTUS ADALAH JALAN TERANG
(EFESUS 5: 8-14)
βMemang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.β
(Efesus 5: 8, TB2)

Hakekat Tuhan Yesus Kristus dalam persekutuan Tritunggal Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah terang. Ketika terang itu hadir, maka kegelapan ingin berusaha menguasainya. Tetapi kegelapan tidak mampu, karena terang itu tak terpadamkan. Kita melihat kehidupan Yesus, sebagai terang, Ia selalu dikerumuni βniat-niatβ jahat untuk meredupkan terang-Nya. Tetapi sama sekali tidak padam, karena konsistensi-Nya untuk berjalan dalam jalan terang. Berbeda dengan manusia, sangat rentan terhadap dosa. Ketika diberi mandat untuk tidak makan salah satu buah, tetap dimakan karena rentan terhadap godaan dan tawaran-tawaran. Hal tersebut berujung pada dosa, yaitu maut.
Paulus menyampaikan surat kepada kota Efesus karena kasihnya. Paulus ingin mengingatkan bahwa kehidupan kita dikerumuni oleh dosa-dosa yang berusaha mencari celah atas kehidupan kita dalam Tuhan. Bangsa Yunani memiliki budaya penyembahan terhadap dewa dewi, perpecahan, serta berbagai tindakan kegelapan yang menuju pada kehancuran. Banyak orang yang βdininabobokkanβ oleh dosa sehingga terbiasa dan lupa bahwa itu dosa. Seperti kata-kata kotor, cacian, makian, dan tindakan-tindakan melukai yang dianggap sebagai candaan yang menjadi budaya.
Budaya itu, kini telah diubahkan oleh Kristus. Terang sejati hadir untuk menyirnakan kegelapan yang menguasai kehidupan kita. Terang Kristus menuntun hidup kita pada jalan terang. Jika kita punya dosa yang sangat melekat, pasti akan sangat menderita mengikuti jalan terang. Tetapi Paulus menyampaikan, buah terang itu adalah segala bentuk kebaikan menurut kebenaran Tuhan.
Kini, kita diubahkan. Kita yang hidup dalam kegelapan, direngkuh dalam terang Tuhan untuk membuahkan jalan terang Tuhan bagi dunia. Bagi setiap pribadi, terang artinya hidup dalam kejujuran, transparan, dan tidak berkompromi dengan dosa. Bagi komunitas dan gereja, kita dipanggil untuk menghindari dosa, tetapi menyingkapkan dan menegur perbuatan-perbuatan gelap. Bagi dunia, terang Kristus akan menuntun untuk lebih lebih peka dan melawan budaya kegelapan dunia seperti korupsi, diskriminasi, kemunafikan, ketidakadilan, dan banyak kegelapan lainnya.
Kristus menuntun kita pada terang-Nya yang ajaib. Mari berjalan dengan yakin, bahwa kita adalah perpanjangan tangan Kristus untuk mewujudkan terang bagi dunia.
Amin.
Media: GKJ-N/No.03/03/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
