JALAN KRISTUS ADALAH JALAN KEHIDUPAN
(YOHANES 11: 17-27)
Jawab Yesus: βAkulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.β
(Yohanes 11: 25, TB2)

Tuhan memakai kisah hidup setiap orang termasuk saudara dan saya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Tuhan memakai kisah hidup Lazarus. Yesus datang kepada Maria dan Marta di hari keempat meninggalnya Lazarus. Dalam budaya Yunani Kuno, ketika orang meninggal dalam tiga hari, ia masih dianggap mati suri. Sehingga setelah hari ketiga, maka orang tersebut dipahami sudah meninggal.
Marta merespons kematian Lazarus dengan penuh logika teologis. Marta tahu Yesus sanggup menyembuhkan dan membuat mujizat bahkan membangkitkan orang mati. Sedangkan Maria terhanyut dalam perasaannya dengan berdiam di rumah saja sampai Marta mengatakan kalau Yesus memanggilnya baru Maria bergerak. Kematian Lazarus mematikan perasaan dan rasionalitas Maria dan Marta. Tetapi ketika Yesus datang ada benih kehidupan, yaitu iman percaya. Dari kehadiran Yesus, kita menjadi mengerti bahwa kita punya Tuhan yang ikut mengalami apa yang kita rasakan dan pikirkan. Kemudian Yesus menembus kemustahilan, yaitu mujizat dari kematian menuju kehidupan untuk Lazarus.
Jalan Tuhan seringkali sulit dipahami karena manusia begitu terbatas untuk mencapai Yang Tak Terbatas. Peran Iman diperlukan ketika kita mengalami kesesakan, pergumulan yang begitu berat, dan ragam bentuk kemustahilan yang tak mampu kita lewati. Seperti Maria dan Marta, tugas kita adalah terus berjuang dengan maksimal, bukan menyerah dengan keadaan. Berjuang sampai tiba pada waktu termanis-Nya Tuhan, Dia menunjukkan jalan kehidupan-Nya untuk kita.
Saat ini kita diselimuti berita perang dunia, kejahatan-kejahatan di berbagai daerah, atau pergumulan-pergumulan yang berat dan rasanya mustahil untuk dilewati. Bisa jadi saat ini kita memiliki kekhawatiran yang begitu besar terhadap dunia, Indonesia, keluarga, pekerjaan, dan diri sendiri. Kita tidak sendiri, Tuhan turut hadir dalam penderitaan yang kita alami seperti ketika Yesus menangis dalam kematian Lazarus. Banyak hal yang membuat pikiran dan perasaan kita terbeban, tetapi dengan pengharapan dalam iman kepada Tuhan menjadikan kita memiliki daya yang besar untuk melewati semua pergumulan. Kita berjalan bersama Kristus dalam Jalan Kehidupan. Kedamaian-Nya menyertai kita.
Amin.
Media: GKJ-N/No.04/03/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
