JALAN KRISTUS ADALAH JALAN KERENDAHAN HATI
(Margining Kristus Inggih Menika Margi Andhap Asor)

(FILIPI 2: 5-11)

”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
(Filipi 2: 8, TB2)

Di Indonesia terdapat banyak pengajar yang bergelar Profesor dan sebagainya dengan tingkat popularitas dan senioritas yang begitu baik. Mereka hadir ke pedalaman Indonesia. Terkhusus Indonesia Timur untuk memberi pengajaran kepada anak-anak yang mengalami kesulitan pendidikan serta mendapat stigmatisasi negatif terhadap pendidikan. Begitu besar kasih dan dedikasinya untuk menghasilkan generasi yang cerdas. Tindakan ini tidak hanya tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk mencerdaskan bangsa, melainkan tentang sebuah kerendahan hati.

Kerendahan hati bukan hanya sebuah sikap, melainkan sebuah jalan kehidupan. Inilah jalan yang diambil pengajar pada cerita di atas dan secara ekstrim Tuhan kita melakukannya. Sang Raja di atas segala raja mengambil jalan pengosongan diri (Kenosis). Kenosis tidak hanya sebuah jalan merendahkan diri terhadap satu pihak tetapi tidak dengan pihak yang lain. Kenosis merupakan tindakan merendahkan diri, serendah-rendahnya dengan mengambil rupa seorang hamba. Dalam budaya Israel, hamba adalah level terendah hidup manusia. Tugas mereka membersihkan kaki tuannya ketika masuk rumah karena begitu kotor hidup di daerah gurun dan sekitarnya.

Tuhan Yesus merupakan simbol kerendahan hati. Dia konsisten menghamba bagi semuanya. Ia membasuh kaki murid-murid-Nya dan pada Minggu Palmarum ini kita melihat-Nya hadir ke Yerusalem menaiki keledai. Keledai adalah simbol kelemahan, Kristus menggunakannya sebagai simbol pendamaian. Daun Palma merupakan simbol kemenangan seorang raja atau pahlawan atas pertempuran. Melalui kerendahan hati, Yesus mentransformasi makna. Kemenangan jasmani menjadi kemenangan rohani melalui pendamaian relasi yang telah putus oleh dosa.

Jalan kerendahan hati akan memulihkan dan membawa kemenangan dalam Tuhan. Mari kita belajar merendahkan hati kepada sesama manusia tanpa pandang bulu. Mendahulukan orang lain, melayani dengan hati hamba, mengaplikasikan kata minta maaf, tolong, dan terima kasih, serta bekerja dengan integritas walaupun minimnya apresiasi. Menghidupi Ojo dumeh (jangan sombong) dan Andhap Asor (rendah hati/sopan) akan memulihkan setiap relasi dan kemenangan atas dosa. Ini merupakan jalan hidup kita sebagai pengikut Kristus. Tuhan Yesus Kristus yang memampukan dan menolong.

Amin.

Media: GKJ-N/No.05/03/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k