HIDUP KUDUS DALAM ROH KEBENARAN
(YOHANES 14: 15-21)
βAku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.β
(Yohanes 14: 16-17, TB2)

Saat ini kita hidup di zaman yang disebut sebagai post modern dan post truth. Salah satu tandanya adalah kebenaran menjadi relatif. Jika orang meyakini membunuh adalah hal yang benar, maka ia akan melakukannya. Bahayanya, kebenaran semacam ini dipercaya banyak orang dan menghasilkan kehidupan yang rusak. Atas dasar pembenaran, kehidupan menjadi tidak toleransi, kejahatan/pembunuhan bahkan perang dilakukan, serta kejahatan lainnya dianggap sebagai sebuah kebenaran.
Di tengah kehidupan dengan kebenaran yang semakin langka ini, kita hadir menunjukkan kebenaran yang sejati. Menjadi sebuah kelegaan dan ketaatan karena Sang Kebenaran tidak pernah absen untuk membersamai kehidupan kita. Ini adalah anugerah terindah dan teristimewa untuk setiap kita sebagai manusia yang terbatas dan rapuh untuk dipimpin dalam kebenaran. Cinta Kasih-Nya tidak berhenti pada kayu salib, tetapi sepanjang masa. Sehingga kita perlu terus mencari dan mengalami Allah yang menyatakan diri dalam misteri Ilahi-Nya. Ketika kita mengalami Allah, kita menjadi mengerti bagaimana untuk hidup kudus dalam Roh Kebenaran. Kita dapat mengaplikasikannya dalam sebuah filosofi Jawa, yaitu Tatag, Teteg, Tutug.
Tatag artinya berani. Berani hidup kudus di tengah dunia yang tidak kudus. Ketika yang tidak kudus mengotori kekudusan kita, itu menjadi momen kita menunjukkan kekudusan yang punya nilai berbeda dari dunia. Teteg artinya teguh dan konsisten. Tentunya menjadi kudus tantangannya sangat berat dan banyak yang dikorbankan. Tetapi inilah identitas kita sebagai yang menyatakan kebenaran sejati kepada banyak kebenaran yang palsu. Tutug artinya berintegritas dan fokus pada tujuan sampai selesai. Inilah perjalanan kehidupan kita untuk menyuarakan suara kebenaran (kenabian) bagi dunia. Kebenaran akan menemukan jalannya, kita tidak perlu takut karena kita tidak sendirian. Tuhan bersama dengan kita untuk memberi kekuatan, kedamaian, penghiburan, dan seluruh cinta kasih-Nya yang begitu luber untuk kita semua.
Mari, kita jadikan hidup Kudus sebagai standar kehidupan. Hidup kudus akan menghadapi beragam tantangan, godaan, dan butuh pengorbanan. Ini komitmen kita, selalu siap hidup kudus dimanapun dan kapanpun.
Amin.
Media: GKJ-N/No.02/05/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
