DATANGLAH KEPADA YESUS!
(MATIUS 11: 25-29)
โMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.โ
(Matius 11: 28, TB2)

Dewasa ini, kita mungkin pernah mendengar kata self reward atau healing. Dua kata ini merujuk pada aktivitas pemberian hadiah setelah seseorang melakukan pekerjaannya. Ironisnya, kedua kata ini sering menjadi pelarian dari masalah. Dengan refreshing sejenak, ekspektasinya akan menghilangkan masalah. Tetapi realitanya, ketika hadiah itu selesai dinikmati, mereka kembali stres atau depresi menghadapi pergumulannya. Seringkali yang dianggap sebagai hadiah justru menambah masalah finansial, kesehatan, keluarga, dsb.
Dalam relasi kasih, Tuhan memberikan diri-Nya sebagai hadiah yang memulihkan keadaan kita. Dalam tradisi Israel, kuk dikenakan kepada dua lembu untuk membagi beban. Kuk itu beban, pergumulan, tantangan, masalah, dan setiap juang kehidupan yang ada dalam hidup kita. Tuhan tidak mau kita menanggungnya sendirian.Dia ingin ikut menanggung beban kita, berjalan bersama kita setiap waktu sehingga kita tidak pernah berjuang sendirian ataupun berpikiran untuk menyerah. Tuhan tidak mau kita lari dari masalah dengan alasan-alasan palsu yang bukannya menyelesaikan tetapi justru menambah masalah. Tetapi, berjalan ke depan bersama Tuhan yang menguatkan, memulihkan, melindungi, dan memberkati kehidupan kita.
Terima kasih sudah berjuang sampai detik ini walaupun tidak mudah, mungkin seringkali kita tidak sadar Tuhan telah membawa kita sejauh ini. Sekarang kita sadar bahwa penyertaan Tuhan tidak habis. Sebab, Dia adalah Bapa yang sayang kepada anak-anak-Nya. Relasi kasih yang begitu indah dimana kita seringkali menyakiti hati Bapa, tetapi kasih-Nya tidak pernah berubah. Bersama Tuhan, setiap ketakutan dan kekhawatiran kita diubahkan menjadi kekuatan dan pengharapan.
Melalui bacaan saat ini kita diajak untuk datang kepada Tuhan bukan kepada kepuasan yang menghancurkan ketika hidup kita sedang tidak baik-baik saja. Kita sadar bahwa tanpa cinta kasih dan campur tangan Tuhan, kita tidak mungkin bertahan. Mari kita utamakan Tuhan dan rawat relasi yang indah ini. Datanglah secara jujur kepada-Nya sebagai manusia yang berdosa, rapuh, dan tak layak. Dalam setiap perjalanan kehidupan, kita mulai dengan datang kepada-Nya. Datang kepada Tuhan bukanlah rutinitas, tetapi kerinduan sepenuh hati untuk mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup kita.
Amin.
Media: GKJ-N/No.01/07/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
