MENDERITA DAN DIPERMULIAKAN BERSAMA KRISTUS
(ROMA 8: 12-17)

“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
(Roma 8: 17, TB2)

Pernahkah kita mengamati benih yang ditanam? Benih itu terlihat “mati” tetapi dalam beberapa waktu, ia memunculkan tunasnya. Benih itu harus mati atau menderita terlebih dahulu karena dianggap tidak ada gunanya lagi. Tetapi, ia harus melewati fase tersebut untuk dapat tumbuh dan menghasilkan buah-buahnya.

Paulus mengajak kita untuk melihat salib Kristus. Salib yang penuh kemuliaan melalui jalan penderitaan. Penderitaan dirasakan karena manusia masih manja dengan kedagingannya. Manusia menghamba pada dosa untuk kenikmatan yang sementara. Sedangkan anak-anak Allah punya cara hidup yang berbeda. Hidup yang mengikut jalan Tuhan dalam kemuliaan. Hidup menurut daging (terikat dosa) menuju kematian, sedangkan hidup menurut Roh menuju kekekalan. Kita harus mampu untuk melewati segala penderitaan semasa hidup di dunia untuk fokus pada kemuliaan dalam Tuhan.

Identitas – Partisipasi – Destinasi
Identitas kita adalah anak-anak Allah, spesifiknya adalah ahli waris kerajaan Surga yang tak terukur nilainya. Kita perlu senantiasa memposisikan diri untuk hidup dalam kebenaran Allah dalam setiap titik perjalanan yang kita tempuh. Hidup sebagai anak-anak Allah yang menderita bukan berarti gagal atau tidak diberkati, melainkan untuk ikut berpartisipasi dalam salib. Penderitaan bukan lagi menjadi suatu persoalan dan beban apabila kita melakukannya dengan tanggung jawab sebagai anak-anak Allah. Destinasi (tujuan) kita adalah kemuliaan, tetapi jalannya adalah penderitaan.

Berjalan dalam Pengharapan
Saat ini kita diajak untuk berjalan dalam pengharapan. Pengharapan menjadi daya bagi kita yang lelah bahkan ingin menyerah. Walaupun salib yang kita tempuh begitu berat, tetapi jikalau jalan untuk sampai kepada Kristus adalah penderitaan menjadi hal yang bukan berarti dibandingkan harta yang akan kita terima.

Penderitaan kita alami dan maknai sebagai jalan yang harus ditempuh menuju kemuliaan. Seperti benih yang terlihat “mati” tetapi ia setia pada prosesnya dan menunjukkan tunas kehidupan bahkan buah-buah yang memberkati sekitarnya. Dalam penderitaan bahkan kita tetap bisa menjadi berkat dengan menolong orang lain dalam melewati tahap penderitaan secara bersama-sama. Dalam kebersamaan, kita menjadi anak-anak Allah yang menderita dan dipermuliakan bersama Kristus.

Amin.

Media: GKJ-N/No.03/07/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k