ALLAH MEMIHAK PADAKU
(AYUB 19: 23-27)

β€œβ€¦yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.”
(Ayub 19: 27, TB2)

Seperti Ayub di konteks bacaan Firman kali ini, dalam penderitaan kita kadang merasa Allah tidak berpihak kepada kita, Allah sepertinya tidak adil. Sangat maklum, kalau Ayub mengeluh karena teman-temannya sudah berulang kali menghina dia (baca ulang ayat 2-3). Terhadap tuduhan mereka, ia ingin agar mereka mengetahui bahwa ”Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku dan menebarkan jala-Nya atasku.” Walaupun ia berteriak, tidak ada yang datang menolong karena Allah telah menutup jalannya dan melenyapkan kemuliaannya. Allah murka pada dirinya (maknai dan baca ayat 11-12). Ia menjauhkan semua saudara dan kaum kerabatnya, hingga tidak ada seorang pun yang peduli lagi dengannya. Karena itu, ia memohon supaya teman-temannya mengasihani dirinya.

Kita sebagai umat jemaat Allah, seperti Ayub, bisa jatuh keliru berpikir Allah sedang memperlakukan kita secara tidak adil. Ketika kita membandingkan hidup kita dengan orang fasik, lalu melihat bahwa orang fasik lebih mujur, sedangkan kita dilanda begitu banyak penderitaan, maka kita mungkin merasa bahwa Allah berlaku tidak adil terhadap kita. Namun, dalam keadaan yang sangat terpuruk seperti itu, Ayub kembali dan semakinpercaya bahwa ”Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun, aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku.. ” (baca berulang serta maknai ayat 25-27).

Mari seperti Ayub, dalam keyakinannya akan dirinya yang tidak berdosa, Ayub percaya bahwa pada akhirnya ada Tuhan Allah -penebusnya- yang memihak kepadanya. Ini membuat akhirnya Ayub (dan juga kita di zaman now) akan bisa bangkit, melihat dan merasakan keberpihakan Tuhan Allah. Sepertinya, singkat, Yakub berteriak percaya, β€œAllah memihak padaku.” Ya, Allah memihak kepada setiap orang yang lemah dan menderita, khususnya memihak kepada yang mau kuat setia percaya kepada-Nya. Allah memihak kepada kita, selalu.

Amin.

Media: GKJ-N/No.02/11/2025

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k