BERANI BERUBAH UNTUK KEMULIAAN ALLAH
(MATIUS 17: 1-9)
βLalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.β
(Matius 17: 2, TB2)

Pada Peristiwa Transfigurasi Yesus dalam kemuliaan lahiriah-Nya yang dibersama oleh Elia dan Musa di awan-awan menjadi sebuah tanda, yaitu tujuan kepergian-Nya (exodus). Munculnya peristiwa tersebut membangunkan para murid (Lukas menyiratkan ketiga murid tertidur) dan mereka terjebak dalam nuansa romantisme semata. Petrus ingin membuat kemah agar mereka bisa melihat keadaan kemuliaan tersebut lebih lama dalam kekaguman, tetapi tidak mengerti ini menjadi starting point eksodus (keberangkatan atau keluar) Kristus.
Kita tahu bahwa Musa melaksanakan eksodus bangsa Israel dari tanah Mesir ke, melalui laut merah, dan menuju Kanaan. Elia melakukan eksodus untuk dirinya sendiri dengan keluar dari dunia dan masuk kepada Kerajaan Allah. Sedangkan eksodus Yesus tidak sesederhana Musa dan Elia, secara lahiriah-Nya, Ia meninggalkan kemuliaan-Nya untuk turun ke lembah maut, menyediakan tempat bagi kita semua. Peristiwa transfigurasi menegaskan secara lahiriah, Kristus adalah kemuliaan itu sendiri yang diwujudkan dengan sinar-Nya. Berbeda ketika Musa mengangkat loh batu wajahnya juga bercahaya, tetapi itu karena disinari oleh terang Allah (Kel. 34:29).
Kini, DNA transfigurasi dalam rangka eksodus itu hadir pada diri kita. Kita diajak untuk berani berubah untuk kemuliaan Allah. Berani kah kita keluar untuk menyangkal diri dan dunia lalu mengikut Kristus sepenuhnya dalam hidup kita? Ketika dunia berusaha untuk memaksa dan merenggut kita dari genggaman Allah dengan segala tawaran semu yang dijanjikannya, apa pilihan berani yang kita buat?
Kehidupan kita merupakan agenda besar eksodus Kristus kepada kehidupan kekal. Eksodus dimulai dari hal yang paling kecil dalam hidup kita. Satu sisi, kita dalam posisi seperti Elia, yang membawa dirinya sendiri dalam Kerajaan Surga. Tetapi, di sisi yang lainnya, eksodus kita sedikit mirip seperti Kristus, yaitu membawa orang-orang di sekitar untuk eksodus, yaitu keluar dari kehidupan yang membawa kepada kungkungan dosa-maut menuju kehidupan yang di janjikan-Nya. Dengan berani kita melangkah, menunjukkan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, semua untuk kemuliaan-Nya. Terpujilah Tuhan kini dan selamanya.
Amin.
Media: GKJ-N/No.03/02/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
