BERBAGI KEPADA MEREKA YANG LAPAR
(Matius 14: 13-21)

Tetapi Yesus berkata kepada mereka:
”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”
(Matius 14: 16, TB2)

Kita adalah individu yang berproyeksi, yaitu memancarkan apa yang ada pada kedalaman kehidupan kita. Orang yang hidupnya positif, maka seburuk apapun lingkungan sekitarnya, ia tetap positif dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Sebaliknya, orang yang dalamnya negatif akan mempengaruhi dan mengubah kehidupan sekitarnya menjadi negatif.

Tuhan Yesus memancarkan hati nuraninya untuk hadir bagi mereka yang lapar. Tuhan Yesus tidak mengolok-olok atau menyuruh mereka bekerja lebih keras, tetapi Dia tergerak oleh belas kasihan (σπλαγχνίζομαι, dibaca: splagchnizomai). Dia menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas sebagai jati diri Kasih sejati. Kasih yang senantiasa memberi dan tidak menuntut. Awalnya, para murid begitu ragu karena faktanya mereka tidak memiliki apa-apa untuk dibagikan kepada orang banyak. Tetapi, pada titik tersebut Tuhan menunjukkan bahwa fakta perlu terintegrasi dengan iman kepada kuasa Tuhan. Tuhan menunjukkan kuasa-Nya karena kasih-Nya kepada umat-Nya.

Kita hidup di tengah dunia yang sangat banyak memiliki aura negatif yang dapat dilihat melalui lingkungan sekitar maupun sosial media. Selain itu, dunia begitu transaksional dimana kebaikan dibagikan tanpa ketulusan. Tetapi, kita diajak, sebagai pribadi yang telah mengalami Kasih dan Sang Kasih hidup dalam hidup kita untuk dapat hidup di dalam Kasih-Nya dan memancarkan bagi sesama.

Tuhan Yesus berbicara, “kamu harus memberi mereka makan”. Sebuah tindakan yang peka terhadap lingkungan sekitar dan memberikan diri bagi sesama untuk membagikan kasih Allah. Banyak orang disekitar kita yang membutuhkan pertolongan kita untuk mereka dapat bertahan dalam penderitaan yang dialami. Membagikan sesuatu yang bagi kita sangat sederhana bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Bahkan ketika kita merasa tidak memiliki sesuatu untuk dibagikan, kita punya Tuhan yang Mahakuasa dan kaya untuk menolong kita membagikan kasih kepada mereka yang lapar. Berbagi tidak selalu tentang harta, bisa juga memberi lapangan kerja, motivasi, spiritual, dan banyak hal lainnya yang kita miliki.

Sudahkah kita berbagi? Kiranya menjadi pertanyaan yang terus membersamai perjalanan kehidupan kita untuk dapat terus berbagi kepada mereka yang lapar.

Amin.

Media: GKJ-N/No.01/08/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k