HIDUP MENGIKUTI ANAK DOMBA ALLAH
(YOHANES 1: 29-42)
”Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.”
(Yohanes 1: 35, TB2)

Saat ini sudah banyak yang kenal dengan aplikasi Google Maps, yaitu aplikasi yang menyajikan peta dimana koordinat kita terus bergerak menuju titik tujuan yang telah ditetapkan. Ada beberapa alasan mengapa kita menggunakan gmaps, yaitu tentunya bagi kita yang tidak tahu arah untuk mendapatkan tuntunan, mendapatkan alternatif tercepat (walaupun kadang jalannya membingungkan), dan merasa lebih aman karena pasti tepat.
Yesus juga bertanya alasan mengapa Yohanes bersama dengan 2 orang muridnya berdiri dihadapan Yesus? (35). “Apa yang kamu cari?”. Yohanes menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah. Injil Yohanes selalu menekankan tentang iman kepada Kristus, sehingga dengan penuh keyakinan, Yesus adalah anak domba Allah yang akan menyelamatkan dunia. Yesus merupakan simbol penggenapan kurban sembelihan, darah suci yang melindungi pintu-pintu rumah Bangsa Israel untuk menghindari kematian anak sulung (anak domba Paskah), dan korban penghapus dosa. Yesus adalah simbol kehidupan sejati.
Lalu, apa yang kita cari dalam hidup ini? Harta, tahta, dan cinta (manusia)? Pasti itu adalah bagian dari kehidupan kita, tetapi prioritas tertinggi yang tidak boleh tergoyahkan oleh dunia adalah kehidupan yang sejati, Kristus itu sendiri. Google maps mewakili dunia yang sering kali tujuan yang sudah kita percaya ternyata titiknya salah, menyasar, bahkan terjebak dalam ketidakpastian kehidupan. Tetapi Anak Domba Allah adalah tujuan yang paling tepat, yang lain hanya sarana pelengkap perjalanan kehidupan kita.
Seperti Petrus, kita diberi nama baru, sebagai materai pengikut Kristus. Semua karena Anugerah-Nya dan bagian kita adalah mensyukuri, merefleksikan, dan memeliharanya dalam kehidupan kita. Dengan teguh ikut kemana Kristus membawa kita, ketika dunia melihat kita mereka melihat dan mengalami Kristus, mereka akan memasang Kristus sebagai tujuan kehidupannya. Dengan demikian kita menjadi pribadi yang berdampak dan mengubahkan dunia dengan kasih. Mari, ikut Kristus dengan mata iman kita, menaruh tujuan hidup kepada Kristus dan tujuan Kristus dalam hidup kita. Dia yang akan memperlengkapi, menemani, dan menyempurnakan, sebab Ia Anak domba yang memberikan hidup-Nya untuk kita, sudah semestinya kita memberi hidup bagi-Nya, tanpa syarat, penuh kasih.
Amin.
Media: GKJ-N/No.03/01/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
