IBADAH MEMAMPUKAN KITA BERJUANG UNTUK IMAN
(FILIPI 1: 21-30)

”Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.”
(Filipi 1: 27, TB2)

Pada bulan September ini, terdapat cukup banyak fenomena di langit. Salah satunya pada hari Senin, 14 September 2026 terdapat fenomena Venus berdekatan dengan Bulan. Bagi sebagian orang itu hal biasa atau hal spesial untuk dinikmati. Saya memaknainya sebagai secercah cahaya di tengah gelapnya langit malam. Bulan dan Venus nampak sangat kecil dibanding malam yang menyelimutinya. Namun, mereka tetap bertahan untuk bersinar dan tidak ditelan oleh gelapnya malam. Salah satunya karena Matahari sebagai sumber cahaya bagi bulan.

Bukankah hidup kita mirip seperti itu. Mungkin saat ini kita menerima begitu banyak berita di Indonesia yang melemahkan semangat. Bisa jadi juga berdampak kepada kehidupan kita melalui harga kebutuhan hidup seperti sandang, pangan, papan, dan pendidikan yang semakin mahal sedangkan mencari uang begitu sulit. Tetapi, di tengah penderitaan yang menyelimuti hidup kita ternyata kita masih bisa bertahan bahkan menjadi berkat bagi sesama. Seperti bulan yang menunjukkan keindahannya karena mendapatkan kekuatan dari Matahari, kita dikuatkan karena Kristus.

Di sinilah Paulus menekankan bahwa Berita Injil adalah kekuatan bagi pengikut Kristus. Injil itu merasuk/meresap dalam jiwa, diolah dalam hati dan pikiran, dan menumbuhkan iman. Dengan iman, kita dapat menghayati penyertaan dan kasih Kristus yang telah, sedang, dan akan selalu ada. Iman (harapan) menjadi sebuah daya/energi untuk dapat terus bersinar di tengah gelapnya kehidupan yang sedang kita alami. Paulus dan jemaat Filipi sedang dihantui oleh kematian dari penderitaan yang diterimanya. Tetapi, ia tetap teguh bahwa hidupnya telah dimaksimalkan seperti Injil dan kebersatuan dengan Kristus adalah tujuan akhir hidupnya. Paulus mengajak untuk tidak berjuang sendiri seperti kompetisi, melainkan berjuang bersama-sama sebagai umat-Nya. Berjuang dalam solidaritas secara teguh dalam satu roh dan sehati.

Mari, kita menjadikan Kristus sebagai pusat dan kekuatan dalam berjuang di tengah gelapnya kehidupan. Sebagai komunitas pengikut Kristus, kita tidak dapat berjalan sendiri. Kita butuh saudara seiman untuk saling menguatkan. Kita menjadi Warga Injil yang teguh, bersatu, dan berjuang bersama dalam iman kepada Kristus.

Amin.

Media: GKJ-N/No.03/09/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k