IBADAH MENJADIKAN KITA HIDUP BERBUAH DALAM TUHAN
(MAZMUR 1: 1-6)

“Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
(Mazmur 1: 3, TB2)

Ibadah sembah, sujud, syukur kita dalam dan kepada Tuhan menjadikan hidup kita semakin diberkati, dan pada waktunya semakin bersedia menjadi berkat. Hidup dalam Tuhan yang semakin berbuah kepada sesama manusia dan ciptaan-Nya. Perikop kita memasuki Bulan September 2025 ini menunjukkan keberkatannya, sekaligus menunjukkan serta membuktikan bahwa kita adalah orang yang bahagia, bisa dianalogikan-dibandingkan dengan sebuah “pohon”: bukan pohon yang kering, atau pohon tanpa buah, atau yang buahnya layu, tetapi pohon yang berbuah, yang hijau dan subur; pohon zaitun hijau, atau pohon palem, atau cedar di Lebanon.

Bahkan nyanyian Mazmur Daud membandingkan dirinya dan orang-orang benar, dan di sini seseorang tersebut dibandingkan dengan pohon yang “ditanam”; bukan dengan yang tumbuh sendiri, pohon liar, pohon dari hutan; tetapi dengan yang dipindahkan dari tempat dan tanah asalnya, dan ditanam di tempat lain; dan dengan demikian mengacu pada mereka yang dipotong dari pohon zaitun liar, dan dicangkokkan ke dalam pohon zaitun yang baik; yang ditanam di dalam Kristus Yesus, dan di dalam gereja, rumah Tuhan; di mana pemindahan ini seperti pengangkatan Israel ke tanah Kanaan,dan penanaman spiritual semacam ini adalah dari Tuhan si penggarap; penanaman yang direspons kita umat jemaat, juga semua orang percaya seharusnya melakukannya dengan efektif seperti pohon yang terletak “di tepi sungai air”, atau “pembagian” dan anak sungai air; yang mengalir di sekitar tanaman, menjadikannya sangat subur dan berbuah lebat.

Marilah melakonkan ibadah tiap hari, ya tiap hari menjadi pohon kebenaran, dipenuhi dengan buah-buah kebenaran, anugerah-anugerah Roh, dan perbuatan baik, yang dihasilkan karena, dalam, dan untuk kasih karunia. Walau pun di tengah ketakutan, kekhawatiran akibat kerusuhan yang terjadi beberapa hari kemarin, tetaplah daun-daun kita tidak layu. Sehingga pphon diri serta kehidupan tiap kita, batang dan ranting, terus berbunga, bertunas dan berbuah bahkan semakin berbuah kasih dan kebaikan bagi mereka yang letih lesu berbeban berat, lapar-haus, dan mengerang, menangis bahkan kehilangan berduka. Doa saya untuk ibu, bapak, saudara-saudari semua, terus sehat, tetap bersyukur dalam segala hal, dan semakin berbahagia terus beribadah, terus berbuah-buah nyata.

Amin.

Media: GKJ-N/No.01/09/2025

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k