IMAN YANG TETAP BERKOBAR-KOBAR KARENA KEBANGKITAN YESUS
(Lukas 24: 17-35)

Kata mereka seorang kepada yang lain: ”Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita.”
(Lukas 24: 32, TB2)

Dalam tradisi Yunani, untuk mencapai kemuliaan kehidupan dilakukan dengan mencintai (filein) kebijaksanaan (sophia). Orang bijaksana dan berpengetahuan memiliki level diatas orang yang menggunakan tenaga. Sedangkan Yahudi mengejar dan mencintai sang Sumber Hikmat itu sendiri. Dengan mencintai, kita membangun sebuah relasi melalui pengenalan (yada). Kata β€œyada” merujuk pada hubungan suami dan istri yang mengenal luar dalam hidupnya masing-masing.

Dua murid yang merupakan salah satu dari 70 murid yang berpasangan, Kleopas dan Maria, istrinya (Yoh. 19:25). Kleopas adalah adik kandung Yusuf, sehingga ia dan Maria adalah om dan tantenya Yesus. Dalam relasinya, walaupun mereka tak mengenal pada saat Yesus menghampiri, tetapi ada perasaan yang berkobar. Kini, Kristus menghampiri kita dengan relasi yang sudah pulih dalam kebangkitan-Nya. Kita menerima Kristus yang hadir dengan membuka hidup bagi-Nya. Ada 3 langkah M yang bisa kita renungkan.

Mentransformasi diri. Seringkali dosa dan keburukan membuat kita gagal melihat kehadiran dan karya Kristus. Kita perlu bertransformasi dan bertobat, yaitu move on dari dosa ke hidup dalam kebenaran. Kita akan terhubung dan peka terhadap kehendak Kristus bagi kita. Kita hidup dalam kebenaran Tuhan, bukan pembenaran menurut kedagingan yang berbuah pada dosa.

Mengenal. Apakah kita benar mengenal Tuhan atau hanya formalitas dan rutinitas untuk menjadi Kristen? Pengenalan bukan tentang agama, tetapi tentang sejauh apa relasi kita dengan Tuhan. Hanya kita dan Tuhan yang tahu. Pengenalan kepada Kristus akan tampak dari cara hidup kita (pikiran, perasaan, perkataaan, dan tindakan). Iman yang berkobar akan memiliki tekad yang besar dalam memperjuangkan kebenaran.

Menghormati dan Memuliakan Tuhan. Kristus memulai dari kerabat-Nya, kita juga mulai dari keluarga. Mau untuk saling ditegur dan mengingatkan, saling bertumbuh dalam Tuhan. Dalam perjalanan hidup, kita melihat Tuhan yang hadir dengan mata iman. Dalam peribadahan, pelayanan, pekerjaan, pendidikan, dan seluruh hidup yang kita jalani penuh penghormatan pada-Nya. Iman kita terus berkobar karena kuasa kebangkitan Kristus menaungi kehidupan kita.

Amin.

Media: GKJ-N/No.03/04/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k