DALAM NAMA BAPA DAN ANAK DAN ROH KUDUS
(ING ASMANIPUN SANG RAMA SAHA SANG PUTRA TUWIN SANG ROH SUCI)
(MATIUS 28: 16-20)
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
(Matius 28: 19, TB2)

Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu pribadi Allah. Kita sebagai manusia yang terbatas seringkali begitu sulit memahami Allah yang tidak terbatas. Tetapi disinilah letak kemahakuasaan Allah. Karya Keagungan-Nya melampaui apa yang bisa pikirkan atau gambarkan (trans-rasional) tentang-Nya. Dalam ketidakterbatasan-Nya, Allah trinitas merengkuh dan menyapa kehidupan kita melalui karya-Nya yang begitu indah dan unik. Cara Allah bekerja untuk setiap kita bisa berbeda, karena Dia memahami setiap titik kehidupan kita.
Saat ini kita diajak untuk masuk dalam karya penyelamatan Allah melalui pewartaan Injil bagi dunia. Ir. Soekarno pernah mengatakan, “jadilah Kristen yang Indonesia”. Pewartaan Injil di tengah kepelbagaian masyarakat Indonesia bukan dengan kristenisasi yang menjajah (kolonial), melainkan secara inklusif melalui kesaksian kehidupan kita. Tujuannya sama seperti Allah Trinitas, yaitu menghadirkan Cinta Kasih-Nya agar dunia ikut mengalami sama seperti kita.
Dimulai dari lingkungan terkecil (sederhana) sampai lingkungan yang besar (kompleks). Area (peta) kehidupan yang kita jalani adalah ladang kita untuk bersaksi. Tentunya kita perlu menyiapkan perbekalan, yaitu pengetahuan dan pengalaman bersama Tuhan. Dia ingin, kita paham apa yang kita imani, sehingga otomatis kita menghidupi nilai-Nya. Disanalah kesaksian kita untuk mengajarkan tentang Kristus yang menyelamatkan. Ketika sesama atau alam kita sedang tidak baik-baik saja, ketika ketidakadilan menindas manusia, dan ketika dosa menguasai dunia, kita hadir sebagai cahaya ditengah kegelapan untuk menyembuhkan dan memulihkan secara lentur (adaptif).
Kita sadar bahwa kita hidup sebagai minoritas yang rentan di tengah bangsa yang rapuh akan dosa. Tetapi, Tuhan berjanji untuk memberikan kuasa untuk kita. Kuasa itu hadir dalam berbagai macam bentuk yang telah kita terima. Kita tidak perlu takut akan keterbatasan, justru dari sanalah Allah hadir untuk memperlengkapi.
Mari kita tunjukkan kesaksian iman kita bagi dunia dengan penuh kasih. Ini tidak hanya sekedar perintah, tetapi ini jati diri hidup kita sebagai pengikut-Nya. Didasarkan pada cinta kasih-Nya dan untuk kemuliaan nama-Nya. Selamat menghayati Minggu Trinitas, selamat menjadi saksi-Nya. Dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
Amin.
Media: GKJ-N/No.05/05/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
