JALAN KRISTUS ADALAH JALAN KASIH
(Yohanes 3: 1-17)
βKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.β
(Yohanes 3: 16, TB2)

Kasih adalah hakekat dari Allah sendiri. Alllah adalah pribadi yang penuh kasih, yang senantiasa mencintai seluruh hidup kita. Walaupun kita sering berdosa dalam kesadaran ataupun karena sudah terbiasa bersentuhan sampai lupa kalau perbuatan kita adalah dosa, tetapi tidak merubah hakekat Allah sebagai pribadi yang mengenal dan mengasihi kita.
Allah sebagai Kasih (Agape yang artinya kasih tanpa syarat) rela menurunkan derajat-Nya sebagai titik kemuliaan sejati menyatu dengan kita yang berdosa kepada-Nya. Dia rela menjadi manusia sama seperti kita untuk sebuah misi penyelamatan. Dosa adalah hutang yang harus di bayar. Kita tidak bisa berhutang kepada seseorang kemudian mengatakan tidak akan berhutang lagi tanpa membayarnya. Karena hutang dosa atau darah itu memerlukan darah yang tak bercacat cela, sehingga hanya Kristus yang mampu melakukannya.
Nikodemus menyadari Cinta Kasih Allah. Dengan identitasnya sebagai Farisi, pemimpin agama Yahudi, dan yang tunduk kepada pemerintahan, ia memberanikan diri untuk datang kepada Yesus. Yesus menerimanya dan meminta untuk lahir baru. Tentunya Nikodemus berada dalam sebuah masalah, ia berjalan dalam sebuah paradoks antara hati yang mengikut Kristus atau identitasnya sebagai pemimpin agama Yahudi. Tetapi keberanian Nikodemus, menumbuhkan sebuah pengharapan yang menjadi daya untuk mengikut Yesus secara anonim. Pada pasal 7 Nikodemus memberanikan diri untuk membela Yesus.
Tuhan mengasihi kita. Seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan kepada-Nya, tidak menghilangkan kasih-Nya untuk kita. Mari berbalik kepadanya dengan penuh keberanian. Jika menganggap menjadi pengikut Kristus adalah sebuah jalan penderitaan itu salah. Jalan yang ditapaki pengikut Kristus adalah jalan Kasih. Atas dasar Cinta Kasih yang melekat pada Sang Kasih, menjadi komitmen untuk kita semua hadir bagi dunia. Dengan merasakan kehadiran kita, Dunia merasakan Cinta Kasih Allah. Tidak mudah, tetapi Tuhan Yesus Kristus yang menolong dan memperlengkapi kita, untuk semakin serupa dengan-Nya, yaitu hakekat Kasih yang menubuh dalam hidup kita.
Amin.
Media: GKJ-N/No.01/03/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
