JALAN KRISTUS ADALAH JALAN PENDAMAIAN
(Roma 5: 1-11)

β€œDan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.”
(Roma 5: 11, TB2)

Iman merupakan seni dari mempercayakan diri secara penuh kepada Tuhan. Rasa percaya kita sering kali terombang-ambing karena dinamika kehidupan. Tetapi ketika dalam kepelbagaian keadaan, rasa percaya itu tetap utuh dan penuh, hal tersebut merupakan bagian kita dalam memelihara anugerah keselamatan. Dari iman, hutang dosa telah dilunaskan, dibenarkan, dan diperdamaikan dalam relasi yang pulih Allah dan manusia yang dikasihi-Nya.

Jalan Pendamaian yang ditempuh oleh Kristus bukanlah jalan yang mudah, melainkan jalan yang mustahil dalam posisi-Nya sebagai manusia. Jalan tersebut hanya dapat ditebus melalui salib, tak ada pilihan lainnya. Anugerah keselamatan sebagai pendamaian antara kita yang berdosa dengan Kristus yang Maha Kudus telah hadir untuk kita dan demikian kita telah terkoneksi dan diutus sebagai agen-agen pendamaian.

Rasul Paulus menulis surat untuk jemaat Roma di tengah kekacauan kehidupan yang dialami. Bagaimana kehidupan penduduk Roma di masa depan jika saat ini dipenuhi dengan kekacauan yang tak kunjung terpadamkan. Setiap orang perlu meredam emosinya dan mencari jalan rekonsiliasi menuju kehidupan baik dimasa depan, selain itu agar tidak terjebak dalam dosa yang terus berbuah dosa yang menyebabkan pengkhianatan pada keselamatan dan dari sananya berdampak kepada kehidupan di masa depan.

Pendamaian telah lahir dan kini kita menjadi agen pendamaian terhadap seluruh perjumpaan dengan ciptaan. Mari secara aktif menjadi inisiator damai terhadap diri sendiri (pergumulan dan kekurangan), sesama (keluarga, pekerjaan, dan seluruh relasi), alam, dan apapun yang ada di bumi. Dengan memperhatikan segala aspek kehidupan, kita akan menciptakan kehidupan baik di masa depan umat manusia. Sebagai contoh, AI menghabiskan jutaan liter air setiap harinya, Google mencatat pada tahun 2024 telah menghabiskan 37 miliar liter air untuk kecerdasan buatannya, jadi menggunakan AI dengan bijak, kita telah mendamaikan alam dengan manusia, demi kebaikan masa depan.

Masa depan bukan hanya tentang Surga, tapi kita sebagai agen yang menghadirkan Surga dalam bumi tempat kita tinggal, sebagai bukti iman. Tuhan Yesus memampukan kita.

Amin.

Media: GKJ-N/No.02/03/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k