JANGANLAH MENYERAHKAN ANGGOTA-ANGGOTA TUBUHMU KEPADA DOSA!
(ROMA 6: 1-14)
”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran..”
(Roma 6: 13, TB2)

In this economy, pernahkah kita berpikir bahwa orang-orang yang tidak takut akan Tuhan hidupnya “terlihat” begitu dilimpahi berkat? Dengan uang yang banyak, mereka terlihat hidup bahagia dan semua keinginannya bisa terpenuhi. Bahkan seringkali kita bertanya, bagaimana Tuhan memberkati mereka yang tidak takut dosa? Hal ini menjadi godaan untuk membuka celah bagi dosa kepada diri kita sendiri. Seakan-akan semakin besar dosanya, semakin besar kasih karunia Tuhan. Hal tersebut tentu tidak benar karena mereka akan menanggung maut atas dosa mereka.
Paulus tegas mengingatkan jemaat di Roma tentang berbagai macam godaan untuk menyerahkan hidup ke dalam dosa. Jemaat Roma hidup sebagai minoritas di tengah kemewahan, penyembahan kepada dewa dewi dan kaisar, serta praktik pelanggaran moral yang banyak dilakukan. Dalam lumpur dosa, mereka terlihat hidupnya seperti diberkati Tuhan. Tetapi Paulus mengingatkan, kita adalah pribadi yang telah bangkit bersama Kristus dari maut. Hidup kita yang sekarang telah dibersihkan dari lumpur dosa dan meninggalkan kehidupan cara hidup lama yang penuh dosa. Jangan sekali-kali tergoda dengan dosa.
Kita perlu hati-hati, dalam perjalanan keselamatan saat ini, ada kemungkinan keselamatan itu bisa hilang karena dosa. Pertanyaannya, kenapa masih jadi Kristen kalau belum tentu selamat? Iman kita adalah iman “karena” kasih karunia Allah. Kita hidup taat dalam kehendak Tuhan karena kita telah diselamatkan. Karena telah diselamatkan, kini saatnya kita meninggalkan kenyamanan yang membuat kita terjebak dalam dosa. Hidup dalam kebenaran dan kasih serta tegas terhadap dosa.
Identitas kita telah diperbarui dalam kebangkitan Kristus atas maut. Keselamatan adalah harta terindah untuk hidup kita. Jangan sampai karena mengejar harta duniawi membuat kita melepaskan keselamatan. Keselamatan itu murah dan gratis, tetapi tidak bisa dihidupi dengan kehidupan yang murahan. Tuhan tegas terhadap mereka yang mempermainkan keselamatan bahkan menukar dengan dosa untuk sebuah kenyamanan sesaat. Seberat apapun kehidupan yang kita jalani, janganlah menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada dosa. Semua karena kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan hidup kita.
Amin.
Media: GKJ-N/No.03/06/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
