KEBAHAGIAAN ORANG BENAR DALAM TUHAN
(MAZMUR 112: 1-10)

β€œHaleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN , yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.”
(Mazmur 112: 1, TB2)

Nas ini berbicara tentang moralitas. Tetapi bukan moralitas yang dapat ditafsirkan dengan sebebas-bebasnya menurut kehendak kita, melainkan moralitas yang tunduk kepada Allah. Tunduk kepada Allah artinya menyimpan segala milik kita (ego, pikiran, kepentingan) dan menggantikan kehendak Sang Bapa yang memenuhi kehidupan kita. Tunduk kepada Allah seperti anak yang tunduk kepada Bapa yang penuh kasih dan tahu segala yang baik untuk anaknya, bukan Bagai seorang bawahan yang tunduk pada atasan dengan perlakuan tirani yang membelenggu dan menghancurkan. Dengan demikian kita tunduk kepada Bapa yang penuh kasih bukan berdasarkan pada ketakutan, melainkan karena kasih kita kepada Bapa.

Membaca Mazmur 112 tak lengkap bila belum membaca pada pasal sebelumnya, yaitu Mazmur 111:10. Takut dan tunduk pada Allah dengan penuh kasih menjadi permulaan hikmat (Ilahi) yang menuntun kehidupan kita. Kita menjadi semakin dekat dan sensitif terhadap kehendak Allah untuk semakin memahami dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

β€œTunduk dan Taat”. Dasar kehidupan orang benar, yaitu Firman Allah. Tanpa Firman Allah hidup kita kosong, tak punya arah, tak mampu menghadapi realita kehidupan, dan menderita. Sehingga kita perlu hidup dalam moral yang tunduk kepada Allah, bukan dunia. Semakin kita dekat pada Allah, semakin dunia membenci kita. Tetapi juga semakin dekat, tunduk, dan taat pada Allah, semakin kita tahu apa kehendak Sang Pencipta dunia. Yesus Kristus telah memberikan teladan taat dan tunduk kepada kita. Kini saatnya kita mengambil bagian tersebut.

β€œKebahagiaan Orang Benar”. Orang benar dihadapan Allah memiliki kebahagiaan yang melampaui akal. Mereka menemukan makna dibalik perjalanan kehidupannya. Menjadi pribadi yang tidak tahu akan hari esok namun langkah kita tetap karena berjalan dalam pengharapan. Rasa kuatir, pikiran yang berlebihan, dan keinginan hawa nafsu dunia terlepas digantikan jiwa yang ingin selalu memuji Tuhan dimanapun dan kapanpun.

Seperti jarum dan magnet, kita selalu melekat kepada Allah. Kita terkoneksi langsung pada Allah. Menghidupi pribadi β€œOrang Benar” dengan penuh ketaatan dan kebahagiaan dalam Tuhan.

Amin.

Media: GKJ-N/No.02/02/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k