KIRIMKANLAH TERANG-MU SUPAYA AKU DITUNTUN
(MAZMUR 43: 1-5)

“Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun
dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!”
(Mazmur 43: 3, TB2)

Apakah kita pernah melihat labirin? Perjalanan hidup kita seperti sedang berada dalam sebuah labirin. Keberadaan eksistensi dalam sebuah ruang yang ketika kita di dalamnya sulit mendapatkan jalan keluar. Rasa-rasanya sesak, bingung, panik, ingin menyerah, dan segala macam rasa bercampur aduk di dalamnya. Lalu pertanyaannya, apakah ketika kita dalam keadaan yang demikian dapat dikatakan iman kita tidak sejati?

Dari Pemazmur melalui Mazmur 43 sebagai penutup dari Mazmur 42, kita mendapatkan jawabannya. Iman yang sejati dalam diri pemazmur maupun Imam Lewi juga mengalami rasa cemas dan takut. Rasa-rasanya Allah seperti meninggalkan kehidupan mereka ketika menghadapi orang-orang yang tidak takut akan Tuhan. Mereka diasingkan, mengalami ketidakadilan, ditindas, dan dianiaya oleh bangsa yang tidak saleh, penipu, dan orang yang curang. Rasa jujur yang diungkapkan pemazmur bukan rasa kecewa terhadap Allah, melainkan reaksi dari rasa takut yang luar biasa.

Pada bagian akhir menegaskan iman pemazmur dalam permohonannya kepada Tuhan untuk hadir sebagai cahaya dalam jalan gelap yang sedang mereka alami. Mereka mengenal Allah sebagai Allah yang tidak meninggalkan, Allah yang menuntun, dan Allah yang kasih-Nya tidak pernah tiada walaupun kehidupan mereka sedang diguncang.

Seperti pemazmur yang ditindas oleh orang tidak saleh dan curang, kehidupan kita juga tidak asing lagi dengan hal-hal demikian. Banyak orang-orang curang yang mengutamakan nafsunya dan menjadikan kita sebagai korban dari tindakannya. Dan seperti labirin yang membuat kita memunculkan banyak pertanyaan mengenai kehidupan ini.

Sebagai pengikut Kristus, rasa takut atau mempertanyakan kehidupan adalah hal yang wajar. Hal itu bukan sebagai rasa sesal kepada Tuhan, melainkan sebuah cara untuk meneguhkan iman dan mencari jawaban dari Tuhan atas semua yang terjadi dalam kehidupan kita. Ketika labirin kehidupan kita sedang begitu gelap, cahaya Kristus akan terasa dan terlihat dengan jelas. Ketika kehidupan sedang membuat kita sampai mau menyerah, Tuhan adalah garda terdepan yang selalu menolong, memampukan, dan menuntun kehidupan kita. Tuntunan-Nya akan melegakan dan menguatkan langkah kita sepanjang masa.

Amin.

Media: GKJ-N/No.01/11/2026

Oleh: Vikaris Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k