MENCARI WAJAH TUHAN
(MAZMUR 27: 4-9)

Hatiku mengikuti firman-Mu: ”Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
(Mazmur 27: 8, TB2)

Pada 18-25 Januari sebagai pekan doa sedunia 2026, World Council of Churches (WCC) mengajak kita semua untuk mendoakan persatuan umat Kristen di seluruh dunia. Di dalam persatuan, yang ada bukanlah keseragaman, melainkan keberagaman. Keberagaman adalah karya Tuhan yang sangat indah hadir dalam ciptaan-Nya untuk saling melengkapi bukan menyakiti. Andaikan bidak catur warnanya hitam semua pasti tidak akan menarik, andaikan semua bagian tubuh hanya kepala yang isinya ide kemudian tidak bisa mengeksekusi ide tersebut hanyalah menjadi angan-angan saja. Ketika tangan terluka, tubuh semua ikut merasakannya bisa jadi demam atau harus beristirahat total, dimana saling merasakan antara satu dengan yang lainnya.

Kita berbeda, tapi keberagaman itu menyatukan semua umat di dalam Tuhan. Kita saling merasakan apa yang dialami antara umat Kristen satu dengan yang lainnya. Pekan doa menjadikan momen yang spesial untuk kita mencari wajah Allah (8), yang tidak hanya mencari tetapi menemukan dan ikut mengaplikasikan nilai Kristus dengan pertanyaan, β€œapa yang akan Yesus Kristus lakukan ketika Dia hidup dimasa ini?”.

Kita menemukan wajah Allah yang penuh kasih, keadilan, keramahan (hospitalitas), tegas, penyayang, dan Kristus yang ikut merasakan setiap derita, ketidakadilan, sakit penyakit, penindasan, serta seluruh kejamnya kehidupan terhadap anak-anak yang dikasihi-Nya. Tetapi tidak berhenti disitu, setiap waktu kita harus mencari wajah Kristus, apa yang mau Tuhan bilang terhadap bencana di Indonesia? Perang dan invasi di dunia? Pergumulan dan tantangan hidup yang ada? Dan Anugerah-Nya yang selalu nyata? Mari temukan jawaban yang terbaik dalam versi diri kita pribadi lepas pribadi.

Mari kita mendoakan dunia serta membawa seluruh pergumulan kehidupan kita. Mari kita buat ketika orang melihat kita, mereka melihat Kristus yang penuh belas kasihan hadir bagi semua orang bahkan seluruh ciptaan. Hadirnya diri kita menjadi pembawa kabar baik (Injil) bagi semua ciptaan dengan membuang segala egosentris yang ada. Ini tugas dan panggilan kita, ini hidup kita, ini identitas kita sebagai anak-anak Allah. Mempersembahkan seluruh hidup sebagai pujian yang hidup, berkenan, dan harum di hadapan-Nya. Semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan.

Amin.

Media: GKJ-N/No.04/01/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k