BERTEKUN DAN SEHATI DALAM KEBANGKITAN KRISTUS
(Tegen Sarta Saiyeg Wonten Ing Wungunipun Sang Kristus)

(Kisah Para Rasul 2: 41-47)

β€œDengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.”
(Kisah Para Rasul 2: 46, TB2)

Urip iku Urup artinya hidup itu menyala. Menyala bukan tentang individu yang unggul dari orang lain. Tetapi tentang sejauh mungkin hidup kita dapat bermanfaat bagi sesama dan seluruh ciptaan. Kita tidak hidup dalam keegoisan, melainkan dalam kebersamaan yang mementingkan sesama daripada diri sendiri. Menyala tidak selalu dalam keadaan baik-baik saja. Ketika dalam titik terendah, kita masih mampu menyala bagi sesama yang apinya padam. Menolong yang terluka, mengasihi untuk sesama dapat bertahan hidup, dan berbagai hal yang bisa kita lakukan.

Jemaat mula-mula juga memiliki spirit yang demikian. Mereka dipersatukan di tengah kehidupan yang begitu mencekam. Pengikut Kristus diburu dan mereka melakukan gerakan bawah tanah agar tidak ketahuan. Justru dalam keadaan yang demikian, kesatuan mereka menjadi utuh. Tidak hanya saling hadir bagi sesama, tetapi memberikan seluruh kepunyaannya. Mereka tekun, artinya konsisten dan tidak menyerah dengan keadaan untuk dapat bertumbuh dalam Tuhan. Kualitas iman ditunjukkan dalam penderitaan. Mereka sehati, artinya hidup dalam kebersamaan (sense of belonging), saling mengalami antara satu dengan lainnya, dan satu tujuan. Seperti nada yang berbeda-beda membentuk harmoni yang indah antara satu dengan lainnya.

Ketekunan dan kesehatian menjadi tantangan dalam kehidupan kita yang begitu cepat, sibuk, serta banyak prioritas yang harus didahulukan. Kita perlu merawat ketekunan dan kesehatian agar hidup kita terus menyala, berguna untuk orang lain, dan tidak putus ikatan. Ketika saat ini GKJ Nehemia sedang membangun gedung Annex, menghidupkan kembali klinik, kegiatan dalam rangkaian Masa Paskah dan Pentakosta, dan berbagai kegiatan lainnya. Atau ketika sesama kita membutuhkan bantuan dan alam kita sedang menjerit kesakitan. Mari kita hadir. Kita diikatkan dalam persekutuan dalam Tuhan Yesus Kristus. Bukan masalah apabila kita berkontribusi penuh karena seperti jemaat mula-mula, kita percaya bahwa semua itu tidak sebanding dengan berkat yang telah kita terima dan keselamatan yang tak ternilai harganya. Memandang kepada Kristus membuat hidup kita terus menyala kapanpun waktunya dan apapun musim kehidupannya.

Amin.

Media: GKJ-N/No.04/04/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k