TUAIAN BANYAK, PEKERJA SEDIKIT
(MATIUS 9: 35-38)

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.”
(Matius 9: 37, TB2)

Kita hidup sebagai sebagai minoritas dalam kehidupan sehari-hari. Ketika menjalaninya, apakah kita menjadi pribadi yang berani mengucapkan kata “Haleluya”, “Puji Tuhan”, dan kata lainnya dalam menunjukkan identitas kekristenan kita? Atau justru lebih memilih mengikuti kata-kata agama lain agar posisi kita terasa lebih aman?

Celyna Grace, juara 1 Indonesian Idol 2026, dalam kompetisinya ia sering kali mengucapkan kata “Puji Tuhan” sebagai ungkapan rasa syukurnya dan disaksikan oleh seluruh penonton. Rasa syukur tersebut bukan sekedar kata, tetapi kekuatan dan kuasa Kristus bekerja di dalam-Nya. Orang yang mendengar begitu terberkati bahkan termotivasi jiwanya. Ini merupakan salah satu contoh mempersaksikan kuasa-kasih Kristus bagi dunia.

Yesus melihat orang-orang disekitar-Nya dimana hidupnya begitu tertindas, terdiskriminasi, termarginalisasi, dan begitu menderita. Yesus merasa ἐσπλαγχνίσθη (esplanchnisthē) yang artinya iba dan tergerak hati-Nya untuk mereka dapat mengalami cinta kasih Allah. Rasa ini hadir bukan karena faktor eksternal, melainkan diri Yesus sebagai pribadi yang berbelas kasih. Sebagai sang Kasih, Tuhan ingin dunia mengalami kasih-Nya. Yesus mengatakan kepada murid-murid bahwa “Tuaian Banyak, Pekerja Sedikit”. Kita adalah murid-murid itu dimasa kini. Tuhan berbicara kepada kita. Pekerja bukan saja Pendeta/Majelis/mereka semua yang terlibat dalam struktur organisasi gereja. Tetapi pekerja itu adalah kita. Jika melihat kata profess artinya tidak hanya sekedar bekerja, tetapi memberi diri secara penuh untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan sang Kasih mendelegasikan identitas kasih kepada kita.

Dalam setiap ruang dan waktu (momentum) kita gunakan kesempatan tersebut untuk menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih. Menyembuhkan yang terluka, mengampuni yang bersalah, menolong yang membutuhkan, memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Dunia akan mengalami Rhema dan Kuasa-Nya untuk mengenal Tuhan melalui kehidupan kita. Kuasa Tuhan bekerja dibalik pemberian diri kita. Sehingga kita tidak perlu takut atau merasa tidak aman jika kita berdasarkan pada kebenaran dan kasih. Dari kata yang sederhana “Puji Tuhan”, kita telah menjadi pekerja yang berdampak bagi dunia. Kita lanjutkan dalam ragam bentuk lainnya yang dapat kita perjuangkan

Amin.

Media: GKJ-N/No.02/06/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k