WUJUDKANLAH DAMAI SEJAHTERA DALAM KEHIDUPAN BERSAMA!
MAZMUR 85: 8-13)

”Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.”
(Mazmur 85: 11, TB2)

Pernahkah kita mendengar kata equity dan equality? Equality (kesetaraan) berarti memperlakukan sesama dengan cara yang sama persis tanpa mempertimbangkan kebutuhan. Sedangkan equity (keadilan) berarti memperlakukan sesama sesuai dengan kebutuhannya. Bisa jadi walaupun anak kembar tetapi memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga perlakuan yang sama justru tidak menghasilkan kedamaian, sebaliknya keadilan yang walaupun berbeda perlakuannya dapat menumbuhkan kedamaian.

Pemazmur mengungkapkan seruan sekaligus pernyataan iman bahwa Allah sang sumber damai sejahtera (shalom) bagi umat manusia. Kasih setia Tuhan dilukiskan indah dalam kata “damai sejahtera dan keadilan” bagi umat manusia. Bangsa Israel menyerukannya sebagai pengakuan dosa dan permohonan untuk dipulihkan. Yang menjadi bagian penting adalah mau mendengar suara Tuhan. Bangsa Israel sadar dosa kolektif karena kehendak untuk tidak mau mendengar suara Tuhan melainkan hanya mengingini ikut suara hati dan pikiran mereka. Tetapi, mereka sadar bahwa kehendak Tuhanlah yang menghadirkan damai sejahtera dan keadilan.

Kita pernah atau sedang atau mungkin akan ada pada posisi Bangsa Israel. Posisi yang mengandalkan pikiran dan keinginan kita. Dimana kita mengingini berkat yang sama (equality) dengan orang lain yang diatas kita. Kita perlu sadar bahwa manusia seringkali lebih melihat ke atas sehingga rasa-rasanya sering merasa kurang dan tidak bersyukur (damai). Tetapi, Tuhan adalah Pribadi yang adil. Dia tahu segala kebutuhan kita maupun keluarga kita. Kehidupan yang masih tercukupi secara finansial, emosional, ikatan keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan banyak hal telah Tuhan hadirkan. Daripada melihat ke atas, bukankah justru melihat ke bawah membuat kita semakin bersyukur dan merasa kaya di dalam Tuhan? Dari sanalah kita hadir sebagai pembawa damai sejahtera dalam kehidupan bersama.

Seperti Israel, kita mulai dari kerendahan hati untuk mau mendengar suara Tuhan. Kita punya pengetahuan maupun keterampilan, tetapi bagi Israel hal itu adalah suatu kebodohan jika tidak mendengarkan suara Tuhan. Selain itu, pertobatan diperlukan untuk dapat mengarahkan hidup selalu kepada Tuhan kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian damai sejahtera Allah hadir bagi kita dan kita bagikan kepada dunia.

Amin.

Media: GKJ-N/No.02/08/2026

Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.

slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k