YA ALLAH, PULIHKANLAH KAMI, AGAR KAMI SELAMAT!
(MAZMUR 80: 1-8)
“Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.”
(Mazmur 80: 8, TB2)

Doa permohonan kepada Tuhan, teringat dan kepedulian teruntuk saudara-saudara kita, sebangsa senegara yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, baik yang di Pulau Jawa maupun terakhir yang di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara. Dengan teringat dan menarik refleksi Sabda Tuhan, di perikop kali ini, melalui pemazmur yang menaikkan doa dan permohonan kepada Tuhan agar melepaskan umat Israel dari penderitaan mereka (baca ulang dan refleksikan ayat 2-3).
Permohonan itu tampak dalam ungkapan “buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” Tiga kali ungkapan itu muncul dan hal itu menunjukkan betapa besarnya kerinduan umat akan hadirnya pertolongan Tuhan. Mengapa? Karena penderitaan umat yang begitu besar menyebabkan banyak tetesan air mata (rasakan dengan baca ulang ayat 6).
Pemazmur memohon agar Tuhan peduli kepada mereka. Ia menyerukannya dengan berani bukan hanya karena Tuhan adalah gembala mereka, tetapi karena Tuhan adalah Raja yang bertakhta di atas kerub. Pemazmur melukiskan penderitaan umat-Nya dengan memakai bentuk metafora, yakni cucuran air mata yang menggambarkan kesedihan mendalam. Kata “mereka” sesungguhnya menunjuk kepada suku-suku di kerajaan utara yang mengalami penghancuran oleh Asyur. Sementara, kata “kami” menunjuk kepada suku Yehuda yang sedang dikepung oleh pasukan Asyur tersebut.
Di Minggu Adven terakhir (Adven ke-4) dan pelayanan Sakramen Baptis Dewasa dan Anak saat ini, kita semua diingatkan bahwa di tengah “penghancuran-pembersihan” akibat bencana, penderitaan, penyakit, pergumulan ekonomi dan berbagai kesulitan tantangan hidup, Allah menuntut ketaatan dan kesetiaan iman kita. Jangan sampai kita hanya meminta penyelamatan, pertolongan dan berkat saja, namun ketika sudah menerima penyelamatan dan pemulihan dari-Nya malahan kita melupakan Tuhan. Mari taat bersedia dipakai Tuhan untuk memulihkan, mendoakan dan setia berbagi peduli Kasih untuk keluarga dan semua orang, termasuk khususnya kepada saudara-saudara sebangsa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Dan marilah kita kembali mengawali setiap hari dalam hidup kita, dengan komitmen untuk tetap taat dan setia kepada Tuhan.
Amin.
Media: GKJ-N/No.03/12/2025
Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.
