YANG UTAMA ADALAH KEHENDAK ALLAH
(MATIUS 3: 13-17)
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: ”Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
(Matius 3: 15, TB2)

Nas bacaan saat ini menjadi momen yang sangat langka dialami dan dilihat baik oleh orang Farisi, Yahudi, dan dari bangsa-bangsa karena popularitas Yohanes. Mereka yang mempertanyakan eksistensi Yesus, meragukan pembaptisan Yohanes, dan terjebak dalam keraguan-keraguan karena tidak mengalami dan memahami Keilahian Yesus menjadi tervalidasi dengan sosok burung merpati dan suara dari surga yang menyorot kepada Yesus.
Pikiran manusia sulit untuk mencapai-Nya. Kita memiliki Allah yang mampu melampaui sekat-sekat kehidupan. Saat Yesus dibaptis, Bapa dan Roh Kudus juga ikut disana, demikianlah ketika Roh Kudus turun dalam bentuk merpati, Dia juga Bapa dan Putra, serta Bapa yang merupakan Roh Kudus dan Anak itu sendiri, tetapi disatu sisi juga terpisah dalam tiga bagian Yesus, Merpati, dan suara dari Surga.
Seperti Dia yang menyatukan diri dalam pribadi Bapa yang berkehendak, Yesus yang menjadi inisiator, serta Roh Kudus yang memelihara seluruh ciptaan. Kini, Dia menyatukan diri-Nya dengan kita, sehingga kita menjadi pribadi yang sensitif, yaitu peka untuk mendengar suara-Nya, apa yang menjadi kehendak sang Bapa. Bapa adalah pribadi yang penuh kasih sekaligus tegas terhadap semua hal yang paling baik untuk hidup kita. Kehendak Bapa seringkali sulit dimengerti ketika kita tidak mau membuka diri untuk mendengarkan-Nya. Karena ego kedagingan dan segala ekspektasi yang kita miliki sering kali menjadi tembok pembatas yang kita bangun untuk menghalangi suara Allah yang terus membisikkan yang terbaik untuk kita.
Seperti Yesus, kita sadar kita adalah pribadi yang harus taat dengan kehendak sang Bapa. Singkirkan segala “sok tau” yang ada didalam diri kita yang membatasi gerak karya Allah. Kita sadar setiap rencana dan gerak kita sia-sia tanpa campur tangan Tuhan, tetapi bersama Tuhan bahkan kita mendapatkan lebih dari apa yang kita pikirkan. Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan karena kita tahu Tuhan menyiapkan yang terbaik untuk kita, jadikan Dia nahkoda hidup kita. Kehendak-Nya menjadi yang utama dalam perjalanan kehidupan kita dimanapun dan kapanpun.
Amin.
Media: GKJ-N/No.02/01/2026
Oleh: Calon Pdt. Elegan Victorioos A. Setiadi, S.Si, Teol.
